Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung, I Made Widiana, meninjau sejumlah pasar guna mengingatkan pedagang untuk tidak menimbun barang, sehingga tidak terjadi kenaikan harga. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Wabah Virus Corona di Bali mulai mempengaruhi ketersediaan pangan. Harga sejumlah kebutuhan sehari-hari ini mulai menunjukan peningkatan akibat distribusi terhambat.

Di Kabupaten Badung sendiri harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan per kilogramnya adalah bawang merah dari Rp 30 ribu meningkat menjadi Rp 45 Ribu, Bawang putih dari Rp 45 Ribu menjadi Rp 50 Ribu, cabai rawit dari Rp 40 Ribu menjadi Rp 75 Ribu, sedangkan harga cabai besar masih stabil di angka Rp 50 ribu, gula pasir Rp 17 ribu, dan minyak goreng Rp 15 Ribu.

Baca juga:  RSU Kasih Ibu Denpasar Siaga Kasus Corona, Konsisten Jalani Protap

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung, I Made Widiana, saat dikonfirmasi Jumat (27/3) membenarkan terjadi lonjakan harga kebutuhan pokok. “Iya ada sejumlah harga yang naik, namun ini dikarekan terlambatnya pasokan dari Jawa akibat libur Hari Raya Nyepi dan adanya COVID-19 ini,” ujarnya.

Guna menjaga kestabilan harga, pihaknya bersama tim telah turun ke sejumlah pasar mengingatkan para pedagang agar tidak melakukan penimbunan barang, sehingga harga dapat kembali normal. “Langkah yang diambil untuk menstabilkan harga, untuk sementara memantau pasokkan pasca hari raya Nyepi ini,” ucapnya.

Baca juga:  Bali Tak Hanya Destinasi Wisata, Juga Pencetak SDM Berkompetensi Global

Dikatakan, pihaknya juga akan membuat surat himbauan kepada para pengusaha retail agar membatasi pembelian bahan pangan, sehingga tidak terjadi penimbunan dan kelanggakaan barang. “Kami akan surati pengsaha retail agar membatasi pembelian barang dalam jumlah banyak,” tegasnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN