Warga berada di Stasiun Pennsylvania, New York, AS, yang lengang pada Rabu (25/3). (BP/AFP)

NEW YORK, BALIPOST.com – Pemberlakuan social distancing di New York untuk menurunkan tingkat penyebaran COVID-19 dianggap berhasil. Hal ini dikemukakan Gubernur New York, Andrew Cuomo, Rabu (25/3) waktu setempat dikutip dari AFP.

Dikatakan Cuomo dalam update hariannya, penyebaran virus ini di New York melambat pascapemberlakuan social distancing di kota yang menjadi episenter COVID-19 di Amerika Serikat itu.

Ia mengatakan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit meningkat, namun dalam level yang lebih rendah dari sebelumnya. “Anak panah sudah menuju arah yang tepat,” katanya.

Baca juga:  Perangi COVID-19, Momentum Bangkitkan Semangat Gotong Royong Krama Bali

Cuomo mengatakan New York masih berupaya untuk mencapai puncak dari pandemi ini. Namun, ia menambahkan dilihat dari proyeksi, orang yang dirawat di RS karena COVID-19 ini bertambah dua kali lipat setiap 4,7 hari, lebih lambat pergerakannya dibandingkan sebelumnya yang meningkat dua kali lipat tiap 2 kali sehari.

Negara bagian yang berpenduduk 20 juta jiwa ini memberlakukan kebijakan di rumah saja, sejak Cuomo memerintahkan seluruh bisnis yang tidak penting ditutup sejak Minggu (22/3).

New York melaporkan adanya 30.811 kasus pada Rabu (25/3). Terdapat 5.146 kasus baru. Hampir sekitar 18.000 diantaranya berada di Kota New York, yang melaporkan 3.000 kasus baru.

Baca juga:  Momentum Melakukan Filterisasi saat Wabah COVID-19

Menurut data dari Johns Hopkins University, sebanyak 192 orang meninggal di kota itu.

Cuomo juga meminta agar warga New York tidak perlu khawatir dengan ketersediaan alat medis. Ia mengatakan pemerintah berupaya menyediakan suplai kebutuhan medis itu.

Meskipun, ia juga mengakui bahwa suplai untuk 3 minggu ke depan, 4 minggu, maupun 5 minggu ke depan belum dimiliki karena sedang diupayakan. Bahkan, diprediksi kasus di New York akan mencapai puncaknya pada hari ke-21 dan dibutuhkan sekitar 30.000 ventilator.

Baca juga:  Pasien COVID-19 yang Sembuh di Bali Bertambah Belasan Orang, Kasus Baru Masih Terjadi

Ia pun meminta Presiden Donald Trump untuk membantu dengan mengirimkan peralatan medis dan tenaga medis ke New York karena negara bagian ini yang paling terpukul dengan adanya wabah COVID-19. “Kirimkan kami peralatan yang dibutuhkan. Kirimkan kami personil. Setelah kami berhasil melewati momen kritis ini, kami akan mengirim peralatan dan personil ke wilayah terdampak lainnya. Saya sendiri yang akan menjamin,” tegasnya. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN