Salah satu ogoh-ogoh di Denpasar. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Penilaian ogoh-ogoh di empat kecamatan di Kota Denpasar telah tuntas. Dinas Kebudayaan Kota Denpasar pada Jumat (20/3) mengumumkan total 32 nominasi terbaik dari masing-masing kecamatan.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram menjelaskan, seluruh tahapan mulai dari pendaftaran, penilaian hingga pengumuman hasil penilaian telah dilaksanakan sesuai ketentuan. Selanjutnya sesuai jadwal, Disbud Kota Denpasar mengumumkan 8 nominasi di masing-masing kecamatan yang keseluruhanya berjumlah 32 ogoh-ogoh untuk Kota Denpasar. “Seluruh tahapan telah dilalui sesuai dengan prosedur, hasilnya sesuai dengan penilaian dewan juri di lapangan, tentunya bersifat transparan dan tidak dapat diganggu gugat,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan, ogoh-ogoh yang berbahan dasar ramah lingkungan ini nantinya akan diserahkan kembali ke Desa Pakraman masing-masing untuk mengatur jalannya perayaan malam Pangerupukan. Sehingga dalam rangka menyambut Nyepi Caka 1942 ini dapat berjalan lancar.

Baca juga:  Pangerupukan di Gianyar

“Dinas Kebudayaan Kota Denpasar hanya melakukan penilaian nantinya setelah itu seluruh ogoh-ogoh akan dikembalikan ke desa pakraman masing-masing serangkaian malam Pengerupukan,” jelasnya.

Mataram menambahkan, dari setiap kompetisi menang dan kalah adalah hal yang biasa. ST. Tunas Muda, Banjar Dukuh Mertajati, Kelurahan Sidakarya mendapat nilai tertinggi, yakni 89,125. “Jadi, bagi 32 nominasi ogoh-ogoh yang beruntung kami sampaikan selamat, dan sisanya yang belum beruntung harus berbesar hati dan terus berusaha di tahun depan dengan karya-karya kreatif sebagai bentuk pelestarian seni dan budaya Bali,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut Mataram turut mengimbau peserta pawai ogoh-ogoh untuk tidak mengonsumsi minuman keras dan alkohol sebelum atau saat mengarak ogoh-ogoh. Selain itu, pihaknya menekankan agar setelah diarak, ogoh-ogoh tidak diletakkan di jalan raya.

Baca juga:  Kasus Bobol Data Nasabah Bank, Pemasang Alat Skimming Diburu

Pihaknya juga mengimbau dalam pelaksanaan pawai ogoh-ogoh tidak menggunakan sound system serta selalu menjaga ketertiban dan bersama-sama menghormati serangkaian Hari Suci Nyepi. “Mari bersama-sama kita menghormati serangkaian pelaksanaan Hari Suci Nyepi dengan bersama-sama menjaga ketertiban serta tidak menggunakan sound system dan house music agar terhindar dari permasalahan yang riskan terjadi pada saat pawai ogoh-ogoh saat malam Pengerupukan,” pungkasnya.

Berdasarkan data resmi Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, adapun peraih 8 besar yakni Denpasar Selatan yakni Banjar Dukuh Mertajati Sidakarya (89,125), Banjar Kertha Dalem Sidakarya (84,5), Banjar Tengah Sidakarya (83,75), Banjar Geladag Pedungan (81,625), Banjar Bekul Panjer (81,25), Banjar Dukuh Sari Sesetan (81,125), Banjar Celuk Panjer (81) dan Banjar Karya Darma Sesetan (78,875).

Baca juga:  SPBU Curang Agar Ditindak Tegas

Kecamatan Denpasar Timur yakni Banjar Abian Kapas Tengah (86,25), Banjar Ketapian Kaja (85,25), Banjar Pagan Kelod (83,5), Banjar Yang Batu Kangin (82), Banjar Ujung Kesiman (81,875), Banjar Abiannangka Kaja (81,75), Banjar Abian Kapas Kaja (81,625), dan Banjar Bekul Penatih (81,5). Kecamatan Denpasar Utara yakni Banjar Petangan Gede (86), Banjar Poh Gading (85,375), Banjar Tanguntiti Tonja (84,5), Banjar Marga Jati (82,125), Banjar Umasari (81,375), Banjar Dauh Kutuh (81,375), Banjar Tatasan Kelod (80,625), dan Banjar Tainsiat (80,5).

Kecamatan Denpasar Barat yakni Banjar Pengiasan (88,375), Banjar Beraban (87), Banjar Abian Timbul (86,5), Banjar Sebelanga (85), Banjar Penyaitan (83,75), Banjar Batu Kandik (83,5), Banjar Sapta Bumi (82,875), dan Banjar Tegal Linggah (82,375). (Asmara Putera/balipost)

BAGIKAN