GIANYAR, BALIPOST.com – Warga digegerkan dengan bencana tanah longsor pada tebing setinggi 10 meter di Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang pada Senin (16/5). Akibatnya penyengker Pura Balingkang yang ada di atas tebing itu ikut tergerus.

Petugas Badan Penanggulangan bencana daerah (BPBD) Gianyar yang menerima laporan ini pun sudah melakukan evakuasi. Longsornya tebing yang menyeret panyengker pura ini diduga terjadi akibat tingginya curah yang terjadi sejak beberapa minggu terakhir. Alhasil penyengker pura ikut amblas.

Baca juga:  Pelanggar di Gianyar yang Terjaring Operasi Patuh Capai 1.683 Orang

Material penyengker dengan tanah longsor itu pun menutup akses jalan yang menghubungkan antara Desa Sebatu menuju Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang. Warga setempat, I Wayan Tangis mengatakan akses jalan tersebut ini sempat tertutup akibat material longsor.

Tertutupnya akses jalan itu terjadi dalam beberapa jam. “Akses jalan menghubungkan dua desa ini masih tertutup longsor, sementara menunggu hingga selesai evakuasi, ” jelasnya.

Menurut Tangis, dalam setahun setidaknya sudah tiga kali terjadi longsor di sekitar lokasi tersebut. Warga yang dominan mengetahui hal ini memang enggan melewati jalur ini di saat hujan deras turun disertai angin kencang. “Hanya saja, jalur ini merupakan jalur terdekat menuju kedua desa, sehingga terpaksa melalui jalur ini, “ katanya.

Baca juga:  Tertimbun Longsor saat Urug Jembatan, Dua Tewas

Dikatakan akibat longsor itu tiga palinggih termasuk padmasana di pura tersebut, dalam kondisi mengkawatirkan karena posisinya dekat dengan tebing yang longsor. Sebagai antisipasi warga hanya bisa menutup tebing sekitar pelinggih itu menggunakan terpal. “Ini kita coba tutupi dengan menggunakan terpal saja, semoga tidak ikut tergerus lagi,” harapnya.

Sementara Plt. Kepala BPBD Gianyar, Ngakan Dharma Jati dikonfirmasi membenarkan adanya bencana tanah longsor di Desa Sebatu. Dikatakan akibat banyaknya material longsor, petugas sampai mengerahkan alat berat untuk proses evakuasi. “Proses evakuasi sudah selesai, akses jalan sudah bisa dilewati,” katanya. (Manik Astajaya/balipost)

BAGIKAN