Made Agung Arianti menunjukkan foto suaminya semasih hidup saat ditemui di Banjar Puaya, Desa Batuan, Sukawati, Kamis (12/3). (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali memakan korban jiwa. Kali ini I Wayan Tirta Bawa asal Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, diduga meninggal dunia akibat DBD.

Korban sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Namun nyawanya tetap tidak tertolong sampai akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Minggu (1/3).

Istri korban, Made Agung Ariati, ditemui di rumahnya, Kamis (12/3), mengungkapkan sehari sebelum meninggal, Wayan Tirta mengalami panas badan naik turun. Sementara dua hari sebelumnya sempat ngiring sasuhunan saat hari suci Kuningan. “Dia ngiring sama saya,“ katanya.

Baca juga:  Sebulan Lebih Lakukan Razia Prokes COVID-19 di Bangli, Puluhan Orang Didenda

Pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 Wita, Wayan Tirta mengalami panas dingin dan setelah itu diajak ke Rumah Sakit Premagana untuk diberikan penanganan medis. Saat itu suaminya mengalami panas hingga 40 derajat celsius dan trombositnya naik turun.

Di ruangan UGD panas tubuhnya membaik, sehingga dibawa ke ruangan pasien pada umumnya. Namun, kondisi Tirta Bawa mendadak kritis dan langsung meninggal dunia. “Di rumah sakit hanya setengah hari. Trombositnya 14 dan badannya membiru akibat pembuluh darah pecah,” paparnya.

Baca juga:  Cegah Penyebaran COVID-19, Uang Lusuh akan Dimusnahkan

Jenazah Tirta Bawa dikubur di kuburan desa setempat pada Senin (2/3). Sehari-hari korban bekerja sebagai perajin tapel (topeng) barong di rumahnya.

Klian Dinas Banjar Puaya, I Nyoman Darma Kawit, mengatakan pihaknya sudah berupaya menyikapi kasus ini dengan berkoordinasi ke Dinas Kesehatan Gianyar. Diskes membantu melakukan fogging pascakejadian. Di Banjar Puaya sudah tiga warga terjangkit DB. (Manik Astajaya/balipost)

BAGIKAN