Suasana keberangkatan penumpang di Bandara Ngurah Rai. (BP/dok)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Virus Corona yang merebak di Tiongkok menyebabkan Indonesia menutup penerbangan dan ke Tiongkok mulai 5 Februari 2020. Hingga kini, belum ada kepastian penerbangan rute itu akan dibuka kembali.

Namun, di Januari 2020, jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali lewat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ternyata masih menduduki posisi pertama. Hal ini dibuktikan dengan catatan yang ada di PT Angkasa Pura I (Persero).

Baca juga:
Ngebut, Pelajar Ini Tabrak Pejalan Kaki Hingga Tewas

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, Herry A.Y. Sikado, mengungkapkan jumlah turis Tiongkok ke Bali selama Januari 2020 sebanyak 113.646. Porsinya sebesar 21 persen dari total wisatawan mancanegara yang masuk ke Bali melalui jalur udara.

Sedangkan Australia dan India menguntit di urutan kedua dan ketiga. Masing-masing sebanyak 105.575 dan 30.324 jiwa.

Sementara itu, lanjut Harry, secara umum pihaknya mencatat sebanyak 540.230 wisatawan mancanegara masuk ke Bali melalui jalur udara selama Januari. Dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, terdapat pertumbuhan yang cukup tinggi.

Baca juga:
Sejak 5 Mei, Bali Tambah Satu Lab Uji Swab COVID-19

Sebab, pada Januari 2019, jumlah kunjungan tercata 463.285 orang. “Ada kenaikan wisatawan mancanegara di awal tahun 2020 ini sebesar 17 persen,” ungkapnya.

Dikemukakannya, Januari ada dua pembukaan rute penerbangan baru untuk rute internasional. Maskapai asal Vietnam, VietJet Air, resmi membuka rute penerbangan yang menghubungkan Hanoi dengan Bali pada 26 Januari.

Sehari sebelumnya, maskapai nasional, Citilink, menghubungkan Bali dengan Bandar Udara Avalon di kota Melbourne, Australia. “Tentunya hal ini merupakan hal yang baik, yang membuat Bali semakin terkoneksi dengan berbagai kota besar di dunia,” katanya. (Pramana Wijaya/balipost)

BAGIKAN