BPR Lestari menggelar Lestari Entrepreneur Club, Selasa (25/2). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Mengangkat tema “Digital Marketing for Culinary Business”, Lestari Entrepreneur Club kembali diadakan pada Selasa (25/2) di Colony Creative Hub, Plaza Renon. Perkembangan digital marketing saat ini semakin pesat dan banyak dimanfaatkan oleh para pebisnis kuliner untuk memperkenalkan brand dan produknya kepada market yang potensial sehingga berdampak pada peningkatan bisnis.

“Walau sudah diketahui banyak impactnya dalam bisnis, namun banyak tantangan dalam menggunakannya, oleh karena itu Lestari Entrepreneur Club di bulan ini kami angkat tema Digital Marketing” ungkap Wisnu Merthayoga, Marcomm Manager BPR Lestari Bali.

Dalam event ini, hadir sebagai pembicara seorang pelaku bisnis kuliner, Anak Agung Gde Prastista pemilik Restoran Aburi Sushi, Warung Modus dan Mozzarella Restaurant & Bar. Sedangkan dari praktisi digital marketing hadir Yus Sudibya founder Infodenpasar, JKTInfo, Bali Advertiser dan Laskar Kuliner serta Donald Manoch founder Foodcious dan Praktisi Digital Business di Banana Kollective.

Sebagai pelaku bisnis kuliner yang mengelola beberapa brand restoran di Bali, Anak Agung Gde Prastista menyampaikan bahwa owner harus turun tangan untuk melihat trend, sehingga bisnis kita tetap update terhadap trend kuliner terkini. “Selain itu saran saya, yang kita iklankan itu berupa gift away misal voucher makan senilai sekian. Jadi impressionnya tinggi dan menarik mereka datang ke restoran kita,” ungkapnya.

Selain pelaku bisnis, sharing juga disampaikan dari para praktisi digital marketing salah satunya Donald Manoch yang memiliki beberapa klien di bisnis ini. “Ketika orang lewat di depan restoran kita orang mungkin tidak langsung masuk, tetapi bila orang tersebut melihat temannya melakukan posting dan merekomendasikan restoran kita maka itu akan lebih powerfull untuk mendorong orang tersebut masuk ke restoran kita. Bahkan ini lebih powerfull dari iklan Facebook atau Instagram,” kata Donald.

Dalam acara yang dimoderatori oleh Arif Rahman (Editor Money&I) ini juga disampaikan bahwa story telling perlu dibangun dalam setiap konten campaign. “Story telling dibangun dalam caption. Caption yang bermuatan konten lokal terbukti paling menarik dan impressionnya paling tinggi,” ungkap Yus.

BPR Lestari Bali ingin memberikan media bagi para pengusaha kuliner di Bali untuk saling sharing dan support dengan cara berbagi ilmu. Sedangkan melalui Apps LestariDiskon, diharapkan merchant dapat terbantu agar brandnya lebih dekat dan mudah ditemukan oleh pelanggan. “Komitmen kami adalah mendukung berkembangnya bisnis kuliner di Bali, dengan cara mensupportnya melalui acara sharing dan berbagi ilmu ini. Acara akan kami adakan rutin setiap bulan dengan tema yang berbeda-beda, semoga bermanfaat bagi para merchant LestariDiskon,” tutup Wisnu. (Adv/balipost)

BAGIKAN