Tokoh masyarakat adat dan dinas Yehembang Kauh bersama anggota DPRD Bali Diah Srikandi mengecek lokasi Setra yang rawan banjir. (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Kuburan atau setra dan Pura Prajapati Desa Adat Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, belakangan ini kerap kebanjiran. Kondisi ini dipicu air Sungai Yehembang yang meluap saat hujan.

Lokasi setra di pinggir sungai sehingga sangat rentan banjir. Apalagi bantaran sungai sudah banyak tergerus.

Kepala Desa Yehembang Kauh I Komang Darmawan, Minggu (23/2), mengatakan di lokasi tersebut memang sering kebanjiran dan tanahnya sangat labil sehingga mudah tergerus air sungai terutama ketika banjir. Desa bersama Desa Adat Yehembang Kauh sudah membuat proposal untuk penanganan banjir itu ke instansi yang berwenang.

Baca juga:
Setelah 82 Hari Berjuang Melawan Covid-19, Pasien Ini Akhirnya Sembuh

Pihaknya berharap segera ada penanganan dari pemerintah agar banjir tidak kembali terjadi. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN