Salah satu jalan di Tabanan tergerus akibat hujan lebat. (BP/Istimewa)

TABANAN, BALIPOST.com – Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Tabanan sejak Jumat (21/2) menyebabkan longsor di Kecamatan Penebel, tepatnya di Jalan Subak Uma Utu, Desa Babahan, Kecamatan Penebel. Hanya saja longsor yang terjadi Jumat sore, baru ditangani Sabtu (22/2) oleh instansi terkait seperti BPBD Tabanan dibantu pihak kepolisian.

Dari informasi yang dihimpun, longsor jalan subak uma Utu utara sepanjang sekitar 10 meter tersebut terjadi Jumat sekitar pukuk 18.00 Wita. Lokasi longsor terjadi tepatnya di seberang warung bambu milik warga bernama I Nengah Aditya.

Tanah longsor menghanyutkan beberapa pepohonan, bahkan pohon besar membendung sungai yang mengakibatkan air meluap ke sawah yang lebih rendah. Untuk antisipasi warga telah menutup saluran pintu air di hulu agar tidak terjadi longsor susulan.

Kapolsek Penebel AKP I Gede Artha saat dikonfirmasi Sabtu (22/2) membenarkan jika penanganan longsor yang terjadi Jumat sore dilanjutkan Sabtu pagi. Petugas TRC BPBD Tabanan melakukan pemotongan pohon kayu besar yang melintang dan menutupi saluran irigasi.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Tabanan I Gusti Ngurah Sucita juga membenarkan hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tabanan sejak Jumat menyebabkan longsor di sejumlah titik. Selain jalur subak yang digunakan untuk traking di Desa Babahan, longsor juga terjadi di jalan desa menuju Banjar Peneng, Desa Mekar Sari, Kecamatan Baturiti.

Pinggiran jalan utama tersebut jebol. Kurang lebih sepanjang lima meter badan jalan tergerus dengan ketinggian lebih dari 10 meter. “Kejadiannya Jumat malam sekitar pukul 21.00 wita, dan masih bisa dilalui mobil hanya saja kalau dibiarkan dikhawatirkan melebar, dan dari pihak desa sudah dipasang papan peringatan agar masyarakat yang melintas bisa lebih berhati-hati sebelum ada penanganan dari instansi terkait,” terangnya. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN