Krama saat ngaturang ayah memasang pengangge di Pura Dasar Buana Gelgel, menjelang pelaksanaan puncak karya pada 24 Februari nanti. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Menjelang puncak Mupuk Karya Agung di Pura Dasar Buana Gelgel, ragam persiapan terus dilakukan panitia setempat. Mulai dari kelengkapan banten, wewangunan hingga memasang pengangge di setiap palinggih.

Persiapan di Pura Dasar Buana Gelgel sudah 90 persen, menjelang pelaksanaan puncak karya yang akan digelar pada 24 Pebruari lusa. Bendesa Gelgel Putu Arimbawa, Jumat (21/2), mengatakan seluruh krama baik laki-laki dan perempuan dari 20 banjar adat setempat, kompak ngaturang ayah untuk menyelesaikan segala persiapan di pura.

Semua panitia dan unsur adat melancarkan proses persiapan menjelang puncak karya. Agar, seluruh rangkaian tahapan kegiatan mupuk karya agung ini, dapat terlaksana dengan baik. “Puncaknya nanti akan digelar persembahyangan bersama sekitar pukul 10.00 wita,” katanya.

Penganter upacara, Dewa Ketut Soma, menambahkan, selain persiapan karya, persiapan lain yang tidak kalah penting adalah mengkoordinasikan lintas seksi kepanitian, baik menyangkut parkir untuk undangan maupun pamedek, tempat mesanekan undangan, dan semua sarana pendukung lainnya. Ini perlu dipersiapkan lebih matang, mengingat umat yang akan datang sangat banyak dari seluruh Bali.

“Semua panitia dan krama desa adat sudah siap dan bersinergi mempersiapkan dan mensukseskan puncak mupuk karya. Kami juga sedang memastikan seluruh undangan agar dapat hadir di Pura Dasar Buana Gelgel,” tegasnya.

Sejumlah undangan penting itu, antara lain dari jajaran Pemprov Bali, Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, mantan Gubernur, Kepala BPD Bali, Paiketan Puri se-Bali dan unsur terkait lainnya. Sementara undangan lainnya juga sedang dikonfirmasi agar bisa hadir. Dewa Soma berharap seluruh rangkaian upacara ini berjalan dengan lancar dan bermanfaat sesuai dengan tujuan utama upacaranya.

Sebelumnya, setelah setahun pelaksanaan Karya Agung Tawur Panca Wali Krama, Penyejeg Gumi lan Pedanan, Pengebek, Penegteg Jagat, Piodalan dan Mapeselang di Pura Dasar Buana, Desa Adat Gelgel menyempurnakan upacara itu dengan menggelar upacara Mupuk Karya Agung. Mupuk Karya Agung ini puncaknya akan digelar di Pura Dasar Buana, Desa Adat Gelgel, pada 24 Pebruari nanti. Dengan Mupuk Karya
Agung ini diharapkan apapun kekurangan yang terjadi dalam pelaksanaan karya agung itu, dapat disempurnakan secara sekala dan niskala.

Nanti sehari sebelum puncak Mupuk Karya Agung, Minggu (23/2) besok, digelar upacara nedunang Ida Batara. Setelah puncak karya, Ida Batara katur nyejer selama enam hari di Pura Dasar Buana, sekaligus dilakukan upacara bakti penganyar, sebelum karya masineb pada 2 Maret nanti.

Dalam konteksnya sebagai upaya penyempurnaan, Dewa Soma memastikan tujuh tahapan utama dalam pelaksanaan upacara sebelumnya, telah berjalan sesuai tahapan. Namun, dalam pelaksanaannya tentu diyakini ada lebih dan kurangnya. Sistemnya dengan melakukan penyempurnaan karya yang sudah berjalan sebelumnya. “Kekurangan dan kelebihan itu pasti ada. Kami meyakini itu. Inilah yang perlu kami pupuk agar pepek,” katanya. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN