Ternak babi. (BP/dok)

GIANYAR, BALIPOST.com – Puluhan ekor babi mati secara mendadak di Banjar Abasan, Desa Singapadu Tengah, Kecamatan Sukawati. Kematian puluhan ekor babi ini dibenarkan Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmas Vet) Dinas Pertanian Gianyar, Made Santiarka.

“Saat kami ke Banjar Abasan, masyarakat menyampaikan ada sekitar 70an ekor ternak babi yang mati,” katanya seizin Kadis Pertanian I Made Raka, Kamis (30/1).

Mendapati informasi itu, pihaknya pun turun mendatangi satu persatu peternak babi. Guna memastikan ciri-ciri saat babi sebelum mati mendadak.

Baca juga:  Kebijakan Berpihak Lingkungan

Dari pengecekkan itu, pihaknya pun mendata ada sektiar 36 babi yang mati di Banjar Abasan. “Petugas kami juga melakukan pendataan, dari pendataan kami mencatat ada 36 ekor babi yang mati sejak awal Januari 2020 ini,” ungkapnya.

Disinggung apakah kematian babi tersebut akibat virus African Swine Fever (ASF), pihaknya belum berani memastikan. penyebab kematian puluhan ekor babi tersebut.

Diungkapkan gejala penyakit yang menyebabkan kematian babi itu berbeda-beda. Ada yang mencret darah, nafsu berkurang dan gejala lainnya. “Kami masih menunggu hasil tes di labolatorium. Sampel sudah kami kirim ke lab. Tapi hasilnya belum ke luar,” katanya.

Baca juga:  Ini Rincian Tambahan 8 Pasien Positif COVID-19 Per 27 Mei

Diungkapkan ciri penyakit penyebab kematian babi massal di Tabanan dan Badung adalah, nafsu makan berkurang, lumpuh, ada bintik merah pada kulitnya. Dalam hitungan 5 hari babi akan mati. Bahkan tanpa gejala ada yang mati mendadak.

Salah seorang peternak asal Banjar Tangkup, Desa Bukian, Payangan, Made Wirawan mengatakan, kasus babi mati mendadak cukup meresahkan. Menurutnya, jenis penyakit yang menyebabkan kematian babi di Gianyar perlu segera diketahui, sehingga peternak lebih serius lagi menanggulangi. “Sebagai peternak kami ingin segera tahu jenis wabah yang menyerang babi mati mendadak di Gianyar,” harapnya. (Manik Astajaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.