Andrew Mawikere, CEO Bizzy group menjelaskan salah satu produk andalannya Tokosmart ke pelaku UMKM. (BP/istimewa)

JAKARTA, BALIPOST.com – Digitalisasi UMKM kini menjadi hal penting di Era Revolusi 4.0. Lewat digitalisasi, UMKM mampu terus survive, tumbuh dan memiliki daya saing tinggi.

Sejumlah aplikasi pun dibuat untuk membantu digitalisasi UMKM ini. Salah satunya Bizzy Group yang meluncurkan aplikasi Tokosmart.

Sejak dioperasikan pada Mei 2019, tercatat lebih dari 48.000 toko maupun UMKM telah menggunakan Tokosmart untuk mengisi stok produk di toko mereka setiap hari. Tokosmart merupakan aplikasi yang diciptakan untuk memudahkan dan meningkatkan efisiensi secara digital bagi toko maupun UMKM dalam proses pemesanan, penerimaan inventori, dan pembayaran.

Saat ini, Tokosmart telah berhasil memproses lebih dari 164.000 pesanan dan telah mengirimkan lebih dari 392.000 karton kepada pelanggan di seluruh Indonesia. Tokosmart memiliki kurang lebih 3.100 produk dan akan terus bertambah di tahun 2020.

Baca juga:  IMF-WB, Pavilion Indonesia Hadirkan 150 UMKM

“Kami telah memproses lebih dari 164.000 pesanan dan telah mengirimkan lebih dari 392.000 karton kepada pelanggan kami. Tokosmart memiliki kurang lebih 3.100 produk dan akan terus bertambah di tahun 2020.” kata Andrew Mawikere selaku Chief Executive Officer Bizzy Group.

Kehadiran Tokosmart rupanya membawa keuntungan berlipat bagi para pengguna. Setelah aplikasi ini diluncurkan, toko maupun UMKM yang bergabung telah berhasil meningkatkan pesanan mereka lebih dari 20 persen. “Kami terkejut dengan pencapaian dari aplikasi ini. Setelah diluncurkan, jumlah pesanan di toko para pengguna Tokosmart meningkat lebih dari 20 persen,” sebut Andrew.

Baca juga:  Penghargaan Nasional

Namun yang lebih pentingnya lagi, Tokosmart memungkinkan para pengguna membeli produk yang berbeda dan tentunya akan membantu meningkatkan pendapatan mereka, seiring bertambahnya produk yang tersedia di toko. Tak hanya menghadirkan Tokosmart, Bizzy Group membuktikan komitmen mereka dalam membantu pertumbuhan UMKM dengan cara digitalisasi rantai pasokan dan meningkatkan efisiensi proses tersebut.

Andrew juga menjelaskan, Tokosmart hanya salah satu langkah dari Bizzy Group untuk membuktikan komitmen mereka dalam memulai digitalisasi rantai pasokan dan membantu UMKM untuk terus tumbuh.
“Bizzy Group ingin meningkatkan efisiensi proses tersebut agar bisa memberikan keuntungan penawaran lebih baik dan mereka dapat menjual lebih banyak. Kami percaya bahwa efisiensi merupakan kekuatan utama yang dapat membawa keuntungan lebih bagi para penjual untuk tumbuh bersama Bizzy Group,” tambah Andrew.

Baca juga:  Menpar Arief Yahya Sebut Tiga Goal di Sail Sabang 2017

Dalam mewujudkan digitalisasi tersebut, Bizzy Group telah mengembangkan Bizzy POS yang sedang dalam tahap percobaan penerapan di beberapa daerah. Langkah ini memudahkan pelanggan untuk mengelola toko dengan cara yang paling efisien.

Selain itu, di awal tahun 2020 Bizzy Group berencana untuk meluncurkan beberapa aplikasi baru, yaitu Truckway, Bizzy Field Force dan Smart Warehouse. Sejumlah aplikasi ini bertujuan mengoptimalkan kinerja operasional pengguna lainnya dalam sebuah rantai pasokan (seperti distributor, toko grosir, pemilik dan supir truk). (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.