TABANAN, BALIPOST.com – Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih periode tahun 2019 – 2024, pihak kepolisian memperketat keamanan. Salah satunya memeriksa kendaraan yang melintas di jalan nasional Denpasar-Gilimanuk tepatnya di pos simpang adipura, Tabanan pada Kamis (17/10) malam.

Meski tidak ditemukan senjata tajam ataupun senpi maupun amunisi, petugas setidaknya menemukan 1 orang kedapatan membawa 2 botol miras berupa 1 botol anggur dan 1 botol arak tradisional.
Dari informasi yang dihimpun, operasi dilakukan mulai pukul 20.00 wita, petugas pun memeriksa satu persatu kendaraan yang melintas.

Baca juga:  Karena Pakai Ini, Polresta Klaim Tak Akan Ada Pungli

Satgas Ops Cipkon Agung II Polres Tabanan dipimpin oleh Kasubbag Dal Ops Iptu I Nengah Widya, SH., M.H., melaksanakan kegiatan cipta kondisi (razia ranmor) dengan kekuatan 55 orang personel. Yakni 40 personel terseprin dalam Ops Cipkon Agung II 2019 ditambah kekuatan dari Sat Lantas Res Tabanan 15 personel.

Sasarannya barang bawaan yang berpotensi bisa membuat situasi tidak kondusif. Selain memeriksa kendaraan petugas juga memberikan imbauan kepada pengendara yang melintas untuk berkendara tertib, taat aturan serta ikut bersama menjaga situasi kondusif, jelang pelantikan Presiden, Wakil Presiden RI terpilih dan tidak terpengaruh berita bohong/hoaks.

Baca juga:  Keluyuran saat Nyepi, Dua Orang Diamankan Pecalang

Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu Made Budiarta mengatakan operasi ini dalam rangka Harkamtibmas, untuk mewujudkan situasi kamtibmas aman, kondusif menjelang, pada saat, dan setelahnya pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih periode tahun 2019 – 2024 di Wilkum Polres Tabanan. Selain memeriksa kendaraan, patroli dialogis pada masyarakat juga terus digencarkan oleh petugas Bhabinkamtibmas di tiap wilayahnya. Obyek wisata juga menjadi atensi pengamanan mengingat kunjungan wisatawan mancanegara. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.