MANGUPURA, BALIPOST.com – Kepala Dinas Perhubungan Pemprov Bali I Gde Wayan Samsi Gunarta mewakili Gubernur Bali I Wayan Koster memaparkan visi pemerintah Bali pada sesi pertama diskusi Forum Parlemen Dunia untuk Pembangunan Berkelanjutan (World Parliamentary Forum on Sustainable Development –WPFSD) di Hotel Patra Bali, 4 dan 5 September 2019.

Pada sesi pertama diskusi mengambil tema “How infrastructure and industrial innovation can foster equal opportunities.”  Sesi ini mengupas bagaimana infrastruktur dan inovasi industri dapat menumbuhkan kesetaraan peluang.

Penekanannya pada peran infrastruktur dan industri sebagai sarana mewujudkan kesetaraan dan menciptakan komunitas yang inklusif. Selain Gunarta, dua panelis lainnya adalah Presiden Majelis Republik Portugis, Ferro Rodrigues dan Deputi Bidang Kelautan dan Sumber Daya Alam  Kementerian PPN/Kepala Bappenas Arifin Rudiyanto.

Baca juga:  DPR Gelar Dua Event Internasional di Bali

“Kita sekarang sangat menekankan bagaimana membangun harmoni dalam pembangunan. Selama ini kan Bali merasa aman-aman saja tapi sebetulnya kita sedang berpikir bagaimana memacu diri tentang mengelola alam. Kalau dengan Tuhan sudah top lah kami. Juga antar manusia. Tapi Bagimana mendorong kekuatan kita agar bisa membangun kesucian alam ini bisa kita siapkan,” ujar  Gunarta, Rabu (4/9).

Oleh karena itu, hal penting yang harus dilakukan adalah bagiamana mengubah paradigma masyarakat sehingga outputnya adalah perilaku masyarakat yang berkepribadian baik. “Dan itu memang harus dibangun dengan insfrastruktur,” ucap Gunarta.

Baca juga:  Disurvei Tak Lolos Parlemen, PKS Tak Percaya

Berkaitan dengan itu, ia menilai peran parlemen, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah memiliki peran sentral untuk terwujudnya berbagai program pembangunan yang berkelanjutan.

“Karena bagaimanapun kekuatan politik itu kan sebetulnya salah satunya dipegang oleh parlemen. Karena itu kalau peemerintah dan parlemen satu pandangan, tidak sulit bagi parlemen untuk mendorong ke arah pembangunan yang lebih proper,” ucapnya.

Sementara itu, disela-sela acara Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Putu Supadma Rudana menjelaskan keputusan tetap menggelar forum parlemen dunia di Bali karena Bali telah memberikan inspirasi kepada dunia dalam semangatnya mengimplementasi Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

Baca juga:  Pengawasan Limbah Diperketat, Badung akan Lakukan Audit Izin Lingkungan Hotel

Terdapat 17 goals atau tujuan dalam SDGs yang ingin dicapai. Ia berharap pertemuan kali ini dapat merumuskan Bali Action yang menjadi tujuan implementasi TPB. “Ini memang akan dirumuskan dalam Bali Action dari berbagai negara melalui parlemennya untuk menerapkan secepat mungkin agenda 2030 agar pencapaian pembangunan yang berkelanjutan dapat terwujud,” jelas Supadma. (Hardianto/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.