DENPASAR, BALIPOST.com – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster meminta masyarakat untuk berhenti mendiskriminasi Orang Dengan HIV AIDS (ODHA). Dikatakan, menjauhi ODHA bukanlah cara untuk mencegah penularan HIV-AIDS.

Pencegahan lebih tepat dilakukan dengan menghindari cara-cara penularannya seperti melakukan seks bebas dan penggunaan jarum suntik secara bergantian. “Jangan lakukan diskriminasi pada mereka yang menderita HIV-AIDS. Mereka berhak untuk hidup normal di tengah masyarakat. Jangan jauhi orangnya, tapi jauhi penyakitnya,” ujarnya disela-sela peringatan Hari AIDS sedunia Tingkat Provinsi Bali Tahun 2018 di Gedung LLDIKTI Wilayah VIII, Penatih, Denpasar, Sabtu (1/12).

Baca juga:  Dari Ratusan Liter Arak Disita hingga Provinsi Terbanyak Sumbang Kasus COVID-19 Harian

Menurut Putri Suastini, upaya edukasi perlu terus digalakkan ditengah-tengah masyarakat. Utamanya terkait bahaya HIV-AIDS, serta cara penularannya.

Di sini, PKK memiliki peran yang sangat penting karena menyentuh langsung lapisan masyarakat terbawah. Selain itu, istri orang nomor satu di Bali ini meminta agar pihak-pihak yang merasa dirinya berpotensi terkena HIV-AIDS untuk segera melakukan pemeriksaan diri ke pusat-pusat pelayanan kesehatan.

“Jangan malu dan takut untuk memeriksakan diri, jika terinfeksi berobatlah dengan teratur,” tandasnya. (Rindra Devita/balipost)

Baca juga:  Kasus COVID-19 Harian Nasional Masih di Tiga Ratusan Orang
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *