Pemasangan atribut penolakan Reklamasi Teluk Benoa masih dilakukan, salah satunya di Desa Adat Legian. (BP/ist)
MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemasangan atribut penolakan reklamasi Teluk Benoa terus berlanjut di Desa Adat Legian. Pemasangan kali ini dilakukan oleh ST. Wija Adnya, Banjar Pekandelan Legian Tengah pada Minggu (4/6).

Meraka memasang baliho dan mengibarkan bendera perjuangan menolak reklamasi Teluk Benoa diseputaran jalan utama Jl. Legian – Kuta. Saat pemasangan atribut-atribut tersebut juga diiringi oleh gamelan tradisional bleganjur menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang sedang melintas.

Baca juga:  Disoroti, Pemadaman Listrik Bergilir Terjadi di Nusa Penida

Pemasangan atribut-atribut ini diinisiasi oleh SOLID (Solidaritas Legian Peduli) beserta ST. Manggala Wijaya yang menaungi 3 STT se-Desa Adat Legian. A.A. Putu Oka Hartawan, Koordinator SOLID menjelaskan bahwa aksi pemasangan tersebut merupakan kelanjutan dari komitmen para pemuda di Legian untuk terus menggelorakan semangat perjuangan menolak reklamasi Teluk Benoa, setelah seminggu sebelumnya diawali oleh ST. Jaya Dharma Banjar Legian Kelod. “Beginilah cara kami, para pemuda di Legian menggelorakan semangat dalam perjuangan yang panjang ini,” ungkapnya.

Baca juga:  Wabup Suiasa Paparkan Program Unggulan di Rakerda DPD PDIP Sumbar

Ketua ST. Wija Adnya, I Wayan Candra Adi Putra disela-sela pemasangan baliho menyampaikan bahwa para pemuda di Legian akan terus menyuarakan penolakan reklamasi Teluk Benoa dalam berbagai kesempatan apalagi Legian adalah salah satu daerah wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Ia juga berpesan pada para pemuda di wilayah lainnya untuk tetap semangat dan menjadi motor dalam perjuangan menolak reklamasi Teluk Benoa. “Para pemuda di Legian siap menjadi motor penggerak perjuangan dibawah komando pasubayan Desa Adat dan ForBALI”, tambahnya. (kmb/balipost)

Baca juga:  Zona Merah Ini, Tetap Jadi Penyumbang Tambahan Pasien COVID-19 Meninggal Terbanyak
BAGIKAN