Danau Toba. (BP/ist)
PARAPAT, BALIPOST.com – Menteri Pariwisata Arief Yahya tak mau setengah-setengah dalam menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia. Upaya memoles danau kaldera terbesar di dunia itu tidak hanya melalui perbaikan infrastruktur penunjangnnya, tapi juga menjamin kelestarian lingkungannya.

“Prinsipnya: Semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan!” kata Menteri Arief Yahya, yang terus memantau perkembangan satu dari 10 Destinasi Prioritas ini.

Kementerian Koordinator Kemaritiman pada 10 Mei lalu menggelar rapat untuk membahas kualitas air di Danau Toba. Rapat yang dipimpin Sekretaris Deputi Bidang Infrastruktur Kemenko Maritim Arif Rahman Hakim itu meminta masukan dari berbagai pihak guna menjaga kualitas air di danau yang menjadi satu dari Sepuluh Bali Baru versi Kementerian Pariwisata tersebut.

Baca juga:  CEO Message #26, Award: Be The Best!

Rapat itu dihadiri perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Bank Dunia, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Utara dan Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) dan Deltares. “Tujuan rapat ini adalah membahas laporan awal tentang kualitas air Danau Toba,” ujar Kepala BOPDT Arie Prasetyo.

Arie menjelaskan, sejumlah usulan muncul dalam rapat itu. Misalnya, Dinas Lingkungan Sumut mengusulkan kajian tentang imbas pemukiman di sekitar Danau Toba yang membuang limbah domestik. “Ada usulan untuk membuat buffer area di sekitar danau dan green belt,” sebut Arie.

Baca juga:  Ssst, Ini Dia Bocoran Konsep Konser Joey Alexander di Balairung

Usulan lain datang dari BPPT. Yakni kajian tentang pemetaan land use di sekitar Danau Toba. Tujuannya untuk mengetahui sebaran daerah tangapan air.

Lantas, apa usul BOPDT? “Usul kami adalah memilih prioritas lokasi dalam pengambilan data,” ujar Arie.

Menurutnya, pada Mei hingga September 2017 ini akan ada kajian tentang kualitas air Danau Toba. BOPDT mengusulkan pengambilan sampel termasuk untuk data batimetri atau pengukuran kedalaman bisa difokuskan dititik-titik yg sangat tercemar.

Baca juga:  Gerakan Nasional Pemakaian Plastik Organik

Pemerintah juga melibatkan lembaga kondang asal Belanda, Deltares untuk meneliti kualitas air Danau Toba. “Rencana penyusunan kajian kualitas air di Danau Toba akan disusun oleh Deltares,” sebut Arie. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *