DENPASAR, BALIPOST.com – Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) mengakui masih kekurangan tenaga pramuwisata untuk menangani wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia. Ketua HPI, Sang Putu Subaya mengatakan di Indonesia terdapat 13.650 pramuwisata.

Namun, khusus yang menangani wisatawan Tiongkok atau yang bisa berbahasa Mandarin masih kurang. Ia mengatakan kekurangan ini terutama setelah terjadinya peningkatan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia, khususnya Bali.

Meski kekurangan, ia mengatakan tidak bisa melakukan perekrutan dalam jumlah besar. Sebab, mekanisme perekrutan harus sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Baca juga:  Kembali Digelar, FDT 2018 Targetkan Kunjungan 15 Ribu Orang

Salah satunya adalah pramuwisata harus memiliki sertifikasi. Hal itu, dikatakannya, sangat penting dalam menjaga kualitas dan citra pariwisata Indonesia. “Bagaimana pun juga, pramuwisata merupakan ujung tombak maju tidaknya pariwisata,” katanya.

Ia mengutarakan pemerintah harus bekerja sama dengan stakeholder pariwisata dalam melakukan penataan berbagai hal bidang kepariwisataan, untuk mencapai target 20 juta kunjungan wisatawan ke Indonesia. HPI juga terus melakukan pembenahan dan penguatan SDM tenaga pramuwisata, sehingga harapannya dapat ikut mendukung terealisasinya target kunjungan wisatawan tersebut. (kmb/balitv)

Baca juga:  Hingga 22 Desember 2025: Jumlah Wisnus ke Bali Turun, Wisman Hampir Sentuh 7 Juta Orang
BAGIKAN