
DENPASAR, BALIPOST.com – Normalisasi sungai di Denpasar terus dilakukan yang menjadi salah satu upaya menanggulangi banjir. Kali ini pengerukan sungai menyasar Tukad Punggawa dan Tukad Rangda. Total ada 40 titik sungai dan drainase yang dilakukan normalisasi dengan anggaran Rp14 miliar pada APBD Perubahan Kota Denpasar.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat ditemui usai meninjau pengerukan Tukad Rangda, Sabtu (7/11), mengatakan, normalisasi dilakukan pada sejumlah sungai yang mengalami sedimentasi cukup parah. Beberapa sungai yang telah ditangani di antaranya Tukad Ngenjung, Tukad Rangda, Tukad Loloan, dan Tukad Punggawa.
Sementara itu, Tukad Pekaseh menjadi salah satu titik yang belum ditangani. Sebab, pengerjaan harus menyesuaikan pembagian alat berat di sejumlah lokasi serta sulitnya alat berat masuk sehingga kemungkinan akan menggunakan cara manual.
Ia mengakui, pengerjaan normalisasi di sejumlah lokasi menghadapi kendala teknis, terutama akses masuk alat berat yang terbatas. Selain itu, penggunaan truk pengangkut hasil pengerukan juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas.
“Seperti di sini (Tukad Punggawa) tadi, akses jalan yang sempit membuat aktivitas pengangkutan material berisiko mengganggu pengguna jalan apabila dilakukan pada siang hari. Sementara kalau dikerjakan malam hari, aktivitas pengerukan berpotensi mengganggu waktu istirahat warga. Itu kendalanya,” ujar Jaya Negara.
Menurutnya, sedimentasi di sejumlah sungai cukup tinggi sehingga membutuhkan penanganan serius. Ia berharap seluruh pengerjaan yang telah berlangsung sekitar satu bulan tersebut dapat segera diselesaikan untuk mendukung upaya penanganan banjir di Kota Denpasar.
Di sisi lain, Jaya Negara juga menyoroti masih banyaknya sampah yang ditemukan di sungai saat proses normalisasi berlangsung. Ia pun meminta masyarakat ikut menjaga kebersihan sungai dan tidak menjadikannya sebagai tempat pembuangan sampah.
“Yang jelas pemerintah berusaha maksimal melaksanakan kewajibannya melayani masyarakat, terutama mencegah banjir. Tapi kami juga mohon dukungan masyarakat Kota Denpasar jangan membuang sampah ke sungai. Ini lihat sampahnya banyak sekali. Apapun kerja keras kita tanpa didukung kebersamaan, pemerintah juga akan kewalahan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa mengatakan, normalisasi sungai dan drainase telah dimulai sejak awal tahun dan kembali ditambah melalui APBD Perubahan Kota Denpasar. Dari sekitar 40 titik yang ditangani, pengerjaan ditargetkan rampung pada akhir November 2026. Menurut Cipta Sudewa, pengerukan dilakukan dengan mengangkat sedimentasi hingga mencapai lapisan tanah keras di dasar sungai.
Penanganan juga dilakukan secara bertahap berdasarkan tingkat urgensi dan usulan masyarakat. “Sebanyak 40 titik sedang kita kerjakan dengan target tuntas akhir November ini. Namun, banyaknya usulan masyarakat juga akan kami kerjakan sesuai urgensinya secara bertahap dengan pengerukan sedimen hingga mencapai lapisan tanah keras di dasar sungai,” ujarnya. (Widiastuti/balipost)










