Wamenkes RI, Benjamin Paulus Octavianus diwawancarai usai menghadiri kegiatan CKG yang digelar RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah, Jumat (6/11). (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah dimanfaatkan sekitar 115 juta masyarakat Indonesia. Dari hasil pemeriksaan tersebut, kasus diabetes dan hipertensi menjadi penyakit yang paling banyak ditemukan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus saat menghadiri kegiatan CKG yang digelar RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah, di Denpasar, Jumat (6/11). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 6-7 November 2026, serangkaian HUT ke-67 RSUP Ngoerah dan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62.

Benjamin mengatakan, dari sekitar 115 juta masyarakat yang telah mengikuti CKG, hipertensi menjadi salah satu penyakit dengan angka temuan cukup tinggi. Berdasarkan data yang disampaikannya, prevalensi hipertensi mencapai 8,2 persen. “Hitung saja, 8,2 persen dari 115 juta itu berjuta-juta,” ujarnya.

Menurut Benjamin, temuan tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala yang kini tengah didorong pemerintah melalui program CKG. Sebab, hipertensi dan diabetes kerap tidak disadari masyarakat, padahal keduanya dapat meningkatkan risiko penyakit yang lebih berat apabila tidak dikendalikan seperti stroke, serangan jantung hingga gangguan ginjal.

Baca juga:  Kerap Lupa Ingatan Jangan Dianggap Remeh, Bisa Jadi Terjangkit Alzheimer

Ia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 156 ribu orang yang menjalani cuci darah. Sementara, biaya yang harus ditanggung negara untuk satu kali tindakan cuci darah mencapai sekitar Rp800 ribu dan itu dilakukan 2 hingga 3 kali seminggu. Besarnya kebutuhan pembiayaan ini, menurutnya, menjadi salah satu alasan pentingnya upaya pencegahan dan pengendalian penyakit sejak awal.

“Makanya masyarakat harus dilakukan CKG. Kalau punya hipertensi diobati, punya diabetes terkontrol, sehingga tidak sampai jatuh ke gagal ginjal, tidak sampai kena stroke,” katanya.

Baca juga:  Rencana Pembangunan Patung Pemangku di Penelokan Tuai Pro-Kontra

Wamenkes Benjamin mengapresiasi pelaksanaan CKG yang digelar RSUP Ngoerah yang menyasar pusat keramaian. Kegiatan tersebut dinilai memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis dengan dukungan dokter dan tenaga kesehatan rumah sakit.

Bahkan dia mengapresiasi dimana pada kegiatan itu masyarakat tidak hanya mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar, tetapi juga dapat mengakses sejumlah layanan pemeriksaan yang melibatkan dokter spesialis. “Dokter ortopedinya ada, dokter radiologinya ada dan lainnya. Jadi ini namanya CKG plus karena dokter spesialisnya turun,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat memanfaatkan layanan tersebut untuk mengetahui kondisi kesehatannya sekaligus mendapatkan tindak lanjut apabila ditemukan penyakit.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Prof. Ngoerah, I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma menjelaskan, CKG ini menjadi upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui pemeriksaan gratis di ruang publik.

Baca juga:  Penampilan Menarik Bisa Tunjang Karier, Simak Caranya

Adapun layanan yang disediakan pada 6-7 November 2026 mencakup pemeriksaan kesehatan dasar atau mini medical check-up (MCU), pemeriksaan gula darah, tekanan darah, kolesterol, dan asam urat. Selain itu, tersedia pemeriksaan kesehatan gigi, skrining kanker payudara dan kanker ginekologi, ultrasonografi (USG) payudara, serta deteksi tahi lalat dan kanker kulit menggunakan dermoskopi.

Masyarakat juga dapat mengikuti pemeriksaan kesehatan jantung dan elektrokardiografi (EKG), pemeriksaan lutut, skrining osteoporosis dan risiko fraktur, serta layanan kesehatan lainnya. Pada kegiatan tersebut, RSUP Ngoerah juga menyediakan skrining kesehatan mental, pemeriksaan stres dan depresi, serta konsultasi psikiater. Layanan ini mencakup edukasi terkait judi dan kecanduan internet.

Sukadarma mengatakan, masyarakat yang ditemukan memiliki masalah kesehatan dalam pemeriksaan tersebut diarahkan untuk mendapatkan tindak lanjut. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN