Kegiatan asesmen di Pura Pucak Adeng, Baturiti, pascalongsor oleh BPBD Tabanan. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan melakukan assessment tanah longsor di kawasan Pura Puncak Adeng, Banjar Munduk Lumbang, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Jumat (6/11).

Dari hasil pendataan, ditemukan empat titik longsor yang mengakibatkan kerusakan sejumlah fasilitas pura dan akses jalan. Total kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp1 miliar.

Longsor tersebut terjadi pada Minggu (1/11), sekitar pukul 23.00 WITA, setelah wilayah tersebut diguyur hujan. Selain kerusakan bangunan dan senderan, sejumlah titik juga masih berpotensi mengalami longsor susulan.

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinada Giri mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi yang mulai mengguyur sejumlah wilayah perlu diwaspadai karena berpotensi memicu bencana tanah longsor.

Baca juga:  Di APBD 2020, Efisiensi Pemprov Capai Rp 209 M

“Kami sudah melakukan assessment untuk mengetahui dampak kerusakan serta potensi longsor susulan, terutama pada titik-titik yang masih memerlukan penanganan lanjutan,” ujarnya.

Salah satu kerusakan terjadi di Pura Dalem Dasar Puncak Adeng. Sebuah palinggih pajenengan dan pasayuan beratap spandek berukuran 4 x 3 meter mengalami kerusakan akibat tertimpa material longsor.

Sementara itu, senderan bagian barat Pura Luhur Puncak Adeng sepanjang sekitar 30 meter dengan tinggi 15 meter mengalami longsor. Kondisi ini berpotensi mengancam bangunan piyasan dan bale agung sehingga membutuhkan penanganan lanjutan. Untuk sementara, diperlukan bantuan terpal guna mengantisipasi dampak hujan.

Dua titik lainnya berada di senderan timur Pesimpangan Bukit Puun dan pesandekan dengan panjang sekitar 10 meter dan tinggi 4 meter, serta akses jalan menuju Pura Luhur Puncak Adeng dengan panjang longsoran sekitar 12 meter dan tinggi 5 meter. Asesmen dilakukan BPBD bersama pengurus dan mangku Pura Luhur Puncak Adeng.

Baca juga:  Pansus TRAP DPRD Bali Kembali Sidak Nuanu Creative City, Sejumlah Izin Jadi Sorotan

Selain di Kecamatan Baturiti, longsor juga terbanyak terjadi di Kecamatan Pupuan. Bencana dilaporkan terjadi di Desa Pajahan, Desa Karyasari, dan Desa Belimbing. Di Desa Pajahan, sebuah rumah tertimpa pohon, sedangkan di Desa Karyasari bagian atap bangunan dilaporkan ambruk.

Sementara itu, di Banjar Dinas Belantibah, Desa Belimbing, longsor dari area persawahan terjadi pada Rabu (4/11), sekitar pukul 03.15 WITA. Material longsor menimpa tembok rumah milik Ni Nyoman Seri Bulih. Pembersihan material longsor dilakukan secara gotong royong oleh warga bersama perbekel dan staf desa, Babinsa, Babinkamtibmas, Trantib Kecamatan Pupuan, serta BPBD Tabanan.

Baca juga:  Enam KK Terisolir Akibat Longsor

Memasuki musim hujan, BPBD Tabanan mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi berlangsung cukup lama.

“Kami terus mengimbau masyarakat agar lebih waspada memasuki musim penghujan. Jika terjadi hujan lebat dalam waktu cukup lama, warga yang tinggal di daerah rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila ditemukan tanda-tanda pergerakan tanah,” tegas Srinada Giri. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN