Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (30/10/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (5/11) sore ditutup menguat ditopang oleh kombinasi sentimen dari tingkat domestik dan global.

IHSG ditutup menguat 110,49 poin atau 2,25 persen ke posisi 5.030,26. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 12,40 poin atau 2,47 persen ke posisi 513,64.

“Sentimen eksternal dan internal menopang penguatan IHSG,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus alias Nico dikutip dari Kantor Berita Antara.

Dari dalam negeri, Nico mengatakan pelaku pasar terus memantau perkembangan yang dilakukan oleh regulator pasar modal Indonesia.

Ia menyebut sentimen membaik setelah regulator mengumumkan sanksi baru atas dugaan pelanggaran pasar saham sebagai bagian dari reformasi menyusul peringatan MSCI tentang potensi penurunan peringkat pasar.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara tahunan tumbuh 5,47 persen year on year (yoy) pada kuartal III-2026, atau lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 5,29 persen (yoy).

Baca juga:  Kasus Dana SPI, Unud Sebut Kesalahan Administrasi dan Sistem

Nico mengatakan capaian itu menjadi sentimen kuat yang mampu meredam risiko penarikan modal asing, serta menjaga nilai tukar Rupiah tetap stabil di tengah ketidakpastian likuiditas global.

Selain itu, lanjutnya, ekspansi ekonomi turut mengamankan pendapatan negara, sehingga pemerintah memiliki ruang fiskal yang aman untuk melanjutkan program belanja strategis dengan tetap menjaga defisit anggaran di bawah batas aman 3 persen PDB.

Dari mancanegara, bursa kawasan Asia menguat setelah kemenangan Partai Demokrat atas Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu (midterm) di Amerika Serikat (AS).

Nico mengatakan kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu AS memperkuat harapan akan berakhirnya konflik antara AS dengan Iran, yang memicu penurunan tajam harga minyak.

Baca juga:  Naiknya Kasus COVID-19, Sejumlah Situasi Ini Jadi Faktor Pemicu

Ia menyebut Kongres yang dikendalikan oleh Partai Demokrat dapat membatasi pendanaan militer untuk operasi di Timur Tengah, dengan Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer berjanji untuk mendorong pengakhiran konflik tersebut.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengakui bahwa Partai Republik kalah karena perang dan mengakui harga bensin sebagai faktor di balik kekalahan tersebut, sambil mengindikasikan bahwa tidak ada rencana segera untuk meningkatkan serangan terhadap Iran.

“Kemudian dengan harga minyak yang lebih rendah dapat mengurangi tekanan inflasi, mengurangi kekhawatiran atas potensi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat,” ujar Nico.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 3,60 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor barang konsumen primer yang naik masing-masing sebesar 2,50 persen dan 2,32 persen.

Baca juga:  Soal Pengeroyokan Hingga Tewas Cuma Dituntut 8 Bulan, Ini Kata JPU

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BAJA, BELL, MKNT, UVCR dan MSKY. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni NAYZ, LOPI, LUCY, RELF, dan BSWD.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 9,97 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,45 miliar lembar saham senilai Rp22,45 triliun. Sebanyak 505 saham naik 219 saham menurun, dan 239 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 1,66 persen ke 61.158,00, indeks Kospi melemah 5,28 persen ke 5.383,80, indeks Shanghai menguat 0,10 persen ke 3.689,91, indeks Hang Seng menguat 3,67 ke 24.796,98, dan indeks Strait Times menguat 0,63 persen ke 5.301,83. (kmb/balipost)

BAGIKAN