
NEGARA, BALIPOST.com – KWH meter di Kantor Samsat Jembrana mengeluarkan api hingga pegawai dan masyarakat berhamburan keluar gedung karena panik terjadi kebakaran, Kamis (5/11). Petugas Damkar Jembrana cepat tiba di lokasi dan berhasil memadamkan api.
Dari pantauan, asap pertama kali muncul dari KWH meter yang terletak di gedung utama sebelah utara. Setelah diketahui adanya asap, petugas dan masyarakat yang tengah mengurus proses samsat berhamburan keluar karena panik dan takut api membesar.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) UPTD PPRD Provinsi Bali di Kabupaten Jembrana, Putu Eska Tri Yana, mengatakan kejadian itu terjadi sekitar pukul 11.50 WITA. Awalnya tidak ada yang mengetahui, namun listrik tiba-tiba berkedip dan setelah dilihat, KWH meter sudah mengeluarkan asap. “Kejadian sekitar pukul 11.50 WITA. Awalnya itu tidak ada yang mengetahui, namun listrik tiba-tiba berkedip dan setelah dilihat KWH meter sudah mengeluarkan asap,” ungkap Tri Yana.
Tri Yana menjelaskan, setelah mengeluarkan asap tebal, instalasi listrik kemudian berkedip dan KWH meter mengeluarkan api disertai suara ledakan kecil, hingga akhirnya listrik padam. “Setelah ada api, petugas dan masyarakat itu langsung keluar semua. Ada ledakan kecil kemudian listrik mati. Pemadam kemudian datang dan memadamkan api menggunakan APAR,” kata Tri Yana.
Sementara itu, Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Jembrana, I Kadek Rita Budhi Atmaja, menjelaskan pihaknya menerima laporan dari Kantor Samsat pada pukul 11.57 WITA. Regu tiga yang piket langsung menuju lokasi dan tiba dalam waktu lima menit. “Setelah di lokasi kami identifikasi bahwa terjadi kebakaran pada meteran atau KWH, yang di mana KWH itu terhubung dari PLN langsung dan lewat KWH itulah nanti instalasi di dalamnya,” jelasnya.
Untuk dugaan sementara, penyebab kebakaran adalah kelebihan beban listrik atau kelebihan daya yang digunakan sehingga terjadi korsleting yang menyebabkan instalasi terbakar. Meski begitu, penyebab pastinya masih diidentifikasi oleh tim Inafis. “Dalam penanganan, pihak kantor telah mengeluarkan 5 tabung APAR dan kami dari Damkar sendiri mengeluarkan satu tabung APAR. Dan akhirnya api telah dapat dipadamkan,” ujar Rita Budhi Atmaja. (Surya Dharma/balipost)










