
SINGASANA, BALIPOST.com – Warga Banjar Bangkiangsidem, Desa Penatahan, Kecamatan Penebel, Tabanan, dibuat geger ditemukan dua sarang ular kobra yang masing-masing dihuni induk ular dan puluhan telur. Kedua sarang tersebut ditemukan berdekatan, dengan jarak hanya sekitar 7 meter, serta berada sekitar 50 meter dari rumah warga.
Ketua Yayasan Reptil Asih Tabanan, Ni Putu Astridayanty atau yang akrab disapa Astrid, mengatakan, dari hasil penanganan ditemukan dua induk kobra dengan ukuran cukup besar. Sarang pertama diketahui memiliki diameter sekitar 45 sentimeter dan lingkar sarang 132 sentimeter.
Dari sarang tersebut ditemukan seekor induk kobra dengan panjang sekitar 236 sentimeter dan lingkar tubuh 13 sentimeter. Selain induk, terdapat sekitar 20 butir telur. “Telur telurnya gosong karena sarangnya dibakar warga,” jelasnya, Rabu (4/11).
Sementara itu, sarang kedua ditemukan di sebelah timur sarang pertama dengan jarak hanya sekitar 7 meter. Di lokasi kedua ditemukan induk kobra sepanjang 203 sentimeter dengan lingkar tubuh 12 sentimeter. Jumlah telurnya 25 butir.
“Temuan 2 sarang dalam jarak sangat dekat ini perlu diwaspadai. Apalagi lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah warga, sehingga penanganannya harus dilakukan hati-hati,” ujar Astrid.
Warga diimbau tidak mencoba menangkap, mengusik, ataupun melakukan penanganan sendiri apabila kembali menemukan ular maupun sarangnya. Astrid mengingatkan, ular yang sedang berada di sekitar sarang dan menjaga telur berpotensi menjadi lebih agresif ketika merasa terancam. “Jika ada yang melihat sebaiknya menjaga jarak dan segera laporkan temuan kepada petugas atau pihak yang memiliki kemampuan menangani reptil,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan, ular pada dasarnya tidak akan menyerang manusia lebih dahulu apabila tidak merasa terganggu atau terancam. Namun, masyarakat tetap harus menjaga jarak dan mengutamakan keselamatan.
“Intinya ular tidak mengganggu dan tidak akan menyerang duluan. Kalau beraktivitas ke tegalan, gunakan sepatu boot dan berhati-hati,” imbaunya.
Dia juga meminta masyarakat segera menghubungi Yayasan Reptil Asih Tabanan apabila menemukan ular king cobra ataupun sarangnya. Langkah ini penting agar proses penanganan dan evakuasi dapat dilakukan oleh pihak yang memiliki kemampuan, sekaligus menghindari risiko bagi warga maupun satwa tersebut.
Astrid mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sarang atau membunuh ular yang ditemukan. Sebab, tindakan tersebut tidak menghilangkan induknya. “Ini yang harus diwaspadai,” tegasnya.
Astrid menambahkan, selama musim perkembangbiakan ular pada September-Oktober 2026 di Kabupaten Tabanan, total telur yang ditemukan diperkirakan sudah mencapai 300 butir. Telur-telur tersebut ditemukan dalam sejumlah sarang yang tersebar di wilayah Tabanan. Memasuki November hingga Desember, jumlah ular yang muncul diperkirakan semakin meningkat seiring periode penetasan telur. (Puspawati/balipost)










