Sejumlah pencari kerja menanyakan informasi terkait lowongan kerja dan prasyaratnya di salah satu stan perusahaan saat Denpasar Job Fair 2026 di area parkir Utara Taman Kota, Lumintang, Denpasar, Selasa (27/10). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Angka pengangguran di Kota Denpasar mencapai 1,4 persen pada 2025. Jumlah tersebut telah mengalami penurunan dibandingkan 2024 lalu yang mencapai 2,11 persen.

Meski secara persentase merupakan yang terendah di Bali, namun secara jumlah pengangguran di Denpasar cukup tinggi yang mencapai 8.000 orang. Untuk itu, pelaksanaan pameran bursa kerja atau job fair selama 3 hari lalu diharapkan mampu terus menekan jumlah pengangguran.

Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, Sabtu (31/10), mengatakan, angka pengangguran di Denpasar tercatat terendah di Provinsi Bali sekaligus berada di bawah tingkat pengangguran nasional. Kendati persentasenya relatif rendah, jumlah penduduk yang belum bekerja masih menjadi perhatian pemerintah daerah.

Baca juga:  Pengangguran Masih Tinggi, Pekerja Paruh Waktu Meningkat

Karena itu, pelaksanaan pameran bursa kerja atau job fair yang menjadi salah satu upaya Pemkot Denpasar untuk menekan pengangguran memberi dampak yang cukup efektif. “Kalau dari jumlah orangnya, itu bisa mencapai 8.000 tenaga kerja. Tentu harapan kami, dengan jumlah sekarang anggaplah 8.000, kalau bisa terserap di job fair 1.000 saja sudah pasti berkurang (penganggurannya),” katanya.

Pada pelaksanaan Job Fair Kota Denpasar 2026 pada 27-29 Oktober, mencatat sebanyak 2.253 kunjungan dengan total 1.055 lamaran kerja. Angka tersebut menunjukkan tingginya antusias masyarakat khususnya pencari kerja. Job fair yang berlangsung selama 3 hari tersebut menyediakan 2.898 lowongan pekerjaan dari 40 perusahaan.

Baca juga:  Disnakertrans Karangasem Catat 5.285 Pengangguran, Gen Z Dinilai Pilih-pilih Pekerjaan

Jaya Negara menyadari, sebagai ibu kota provinsi, Denpasar memiliki berbagai dampak positif dari aktivitas ekonomi dan pemerintahan. Namun, perkembangan tersebut juga diikuti sejumlah tantangan, salah satunya persoalan pengangguran.

Untuk terus menekan angka pengangguran, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah meningkatkan kompetensi pencari kerja melalui pendidikan dan pelatihan sertifikasi serta job fair. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Baca juga:  Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran Program Padat Karya Strategis

Selain menyasar pencari kerja secara umum, Pemkot Denpasar juga memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas. Pemerintah berupaya memfasilitasi kelompok tersebut agar memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan dan mengakses pekerjaan. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN