Alat berat Dinas PUPR Kota Denpasar melakukan pengerukan tanah endapan di Sungai Loloan, Sanur, Denpasar, Sabtu (3/10). Normalisasi alur sungai ini dilakukan untuk mencegah meluapnya air saat musim hujan tiba. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Memasuki musim hujan, kekhawatiran akan terjadinya banjir mengintai warga Kota Denpasar. Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar telah melakukan beberapa upaya mengantisipasi banjir. Upaya tersebut dilakukan sejak dua bulan lalu dengan menggelontorkan anggaran Rp15 miliar untuk normalisasi sungai hingga saluran drainase.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Kamis (29/10), mengatakan, upaya normalisasi tersebut telah menyasar 40 titik di Kota Denpasar. Pekerjaan meliputi normalisasi sungai, got, dan saluran lainnya yang dinilai perlu ditangani.

Baca juga:  Diminta Siapkan Destinasi untuk Dikunjungi Delegasi WWF ke-10, Denpasar Tawarkan 3 Lokasi Ini

Menurut Jaya Negara, tim di lapangan telah bekerja sejak dua bulan sebelumnya. Sejumlah alat berat juga telah dikerahkan untuk mendukung proses normalisasi di beberapa sungai dan lokasi penanganan.

“Tim terus bekerja turun di lapangan, tidak baru hujan saat ini. Sudah dari dua bulan sebelumnya sudah turun. Sekarang alat berat-alat berat kita semuanya ada di sungai-sungai, di tempat normalisasi,” ujarnya.

Ia menyebutkan, beberapa lokasi yang menjadi sasaran normalisasi diantaranya Tukad Badung dan Tukad Mati. Selain itu, pihaknya juga telah menghadiri kegiatan normalisasi di kawasan Tukad Loloan, Sanur.

Baca juga:  Dishub Kerahkan Belasan Bus Sekolah Sambut PTM 100 Persen

Jaya Negara menegaskan, upaya normalisasi akan terus dilakukan sebagai langkah untuk mengurangi dampak banjir di Kota Denpasar. Namun, menurutnya, penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan upaya pemerintah.

Partisipasi masyarakat, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, juga menjadi faktor penting. Sampah yang dibuang ke sungai maupun saluran drainase berpotensi menghambat aliran air sehingga dapat memperburuk kondisi saat hujan turun.

Baca juga:  Jaringan Kabel di Bangli Mulai Dirapikan, Sasar Tiga Lokasi Strategis

“Bagaimanapun juga, tanpa dukungan masyarakat, terutama dalam membuang sampah ini, kita tidak akan maksimal juga. Ini butuh kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat di dalam mengendalikan banjir seperti ini,” tegasnya. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN