Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung, Anak Agung Sagung Rosyawati. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kebangkitan ekonomi Kabupaten Badung turut mendorong lonjakan jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam dua tahun, jumlah UMKM yang mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) bertambah 31.140 usaha, dari 27.162 pada 2023 menjadi 58.302 pada 2025.

Pertumbuhan ini mencerminkan semakin bergairahnya aktivitas usaha masyarakat di tengah pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19. Peningkatan ini menunjukkan geliat kewirausahaan masyarakat Badung yang semakin berkembang seiring pulihnya aktivitas ekonomi daerah.

Kepala Dinas Koperasi, UKMP Badung, Anak Agung Sagung Rosyawati, mengatakan pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan UMKM. “Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Badung yang terus mengalami peningkatan setelah terlepas dari pandemi corona menjadi salah satu faktor utama meningkatnya jumlah UMKM,” ujar Sagung Rosyawati pada Selasa (27/10).

Baca juga:  CAR BRI Solid di 24,54 Persen, Kemampuan Tumbuh Berkelanjutan Semakin Kuat

Berdasarkan data Dinas Koperasi, UKMP Badung, jumlah UMKM berizin menunjukkan tren peningkatan sejak 2021. Saat itu, jumlahnya tercatat sebanyak 22.647 usaha, kemudian naik menjadi 25.542 pada 2022 dan 27.162 pada 2023. Pertumbuhan semakin pesat pada dua tahun berikutnya.

Pada 2024, jumlah UMKM yang mengantongi NIB mencapai 44.248 usaha. Angka tersebut kembali meningkat menjadi 58.302 usaha pada 2025. “Lonjakan paling signifikan terjadi pada 2024, ketika aktivitas perekonomian Badung mulai kembali bergerak setelah melewati masa pandemi. Kondisi ini turut mendorong masyarakat untuk merintis usaha baru maupun mengembangkan usaha yang telah berjalan,” jelasnya.

Baca juga:  Pemilihan Serentak Ketua OSIS di 22 SMA/SMK di Tabanan Dikemas Ala Pemilu

Sagung Rosyawati mengatakan, pertumbuhan UMKM Badung juga terlihat pada sektor usaha yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi dan pariwisata. Sepanjang 2023–2024, rumah atau warung makan mencatat kenaikan sebesar 110,4 persen. Sektor perdagangan eceran berbagai macam barang menyusul dengan pertumbuhan 105,2 persen. “Sementara itu, aktivitas jasa perseorangan lainnya meningkat 104,56 persen,” ucapnya.

Data tersebut, kata Sagung Rosyawati memperlihatkan bahwa usaha kuliner, perdagangan, dan jasa menjadi bagian dari sektor yang mengalami perkembangan pesat dalam periode pemulihan ekonomi. Tren positif berlanjut pada 2024–2025. Sektor aktivitas jasa perseorangan lainnya kembali tumbuh sebesar 44,05 persen. Selain itu, sektor real estat yang dimiliki sendiri atau disewakan juga mengalami peningkatan signifikan.

Baca juga:  Mahaguru Pariwisata Richard Butler Bicara di The 5th BITC

“Bertambahnya jumlah UMKM yang memiliki NIB menjadi salah satu indikator berkembangnya aktivitas usaha di Kabupaten Badung. Legalitas ini juga menjadi langkah penting bagi pelaku usaha untuk menjalankan kegiatan bisnis secara resmi,” terangnya.(Parwata/balipost)

BAGIKAN