
DENPASAR, BALIPOST.com – Proyek Sistem Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) yang berlanjut ke pusat kota dipercepat pengerjaannya. Upaya tersebut untuk menyesuaikan dengan penataan pusat kota yang tengah berlangsung. Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (BPS) Kota Denpasar menargetkan pengerjaan bisa selesai sebelum pelaksanaan Denpasar Festival pada Desember nanti.
Direktur Operasional Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (Perumda BPS) Kota Denpasar, Cokorda Gede Pramaitha, Sabtu (24/10), mengatakan, ada 13 ruas SJUT di pusat kota yang dikebut pengerjaannya saat ini. Hal tersebut mempertimbangkan sejumlah proyek penataan kota yang sedang berlangsung, termasuk di Jalan Hasanuddin, Jalan Thamrin, dan Jalan Gajah Mada.
“Target kami, 13 ruas jalan ini bisa selesai sebelum Denpasar Festival,” ujarnya.
Untuk ruas jalan dengan trotoar yang sudah tertata baik, Perumda BPS menerapkan metode pengeboran rojok guna meminimalkan pembongkaran. “Di lokasi yang tidak memungkinkan pembongkaran total, kami menggunakan metode rojok,” jelasnya.
Dalam metode tersebut, jaringan pipa HDPE untuk backbone ditempatkan sekitar 2 meter di bawah saluran drainase. Cara ini diterapkan agar pemasangan jaringan utilitas tidak banyak mengganggu kondisi trotoar yang sudah bagus.
Pengerjaan tersebut, kata dia, juga membutuhkan koordinasi perizinan karena beberapa ruas jalan berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Bali, di antaranya Jalan Hasanuddin dan Jalan Thamrin. Permohonan izin telah diajukan agar pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana.
Perumda BPS juga menyiapkan maksimal 15 polongan untuk menampung kebutuhan operator telekomunikasi di pusat kota. Berdasarkan data teknis dan teknologi saat ini, kapasitas tersebut dinilai cukup untuk mengakomodasi sekitar 18 operator yang telah mendaftar.
“Dari sisi kapasitas, 15 polongan ini dinilai cukup untuk mengakomodasi operator yang mendaftar,” imbuhnya. (Widiastuti/balipost)









