BBM langka di Badung, Ni Nyoman Muliartini memilih bersepeda selama 1,5 jam dari Carangsari ke Puspem Badung demi tetap bekerja.(BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Sepeda kayuh menjadi solusi bagi Ni Nyoman Muliartini, 47, untuk tetap berangkat kerja di tengah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Denpasar dan Badung. Alih-alih menyerah pada keterbatasan bahan bakar, staf Bagian Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Badung yang akrab disapa Della itu memilih mengayuh sepeda dari Carangsari, Kecamatan Petang, menuju Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung Mangupraja Mandala di Sempidi, Kecamatan Mengwi.

Della memulai perjalanan dari Banjar Sangut, Desa Carangsari. Ia menempuh jarak menuju tempat kerja sekitar 1,5 jam dengan sepeda, melewati jalanan menanjak dan berliku. Meski membutuhkan tenaga ekstra, ia tetap bersemangat menjalankan aktivitasnya sebagai aparatur pemerintah.

Baca juga:  Pasokan BBM ke Tabanan Turun 50 Persen, Antrean SPBU Mengular

Keputusan menggunakan sepeda muncul setelah Della kehabisan bensin dan gagal mendapatkan BBM selama dua hari berturut-turut. Mobilnya terpaksa dititipkan di sebuah toko dekat Gerana, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal.

“Kemarin kami mengantre BBM luar biasa di SPBU Gerana. Karena bensin benar-benar habis, mobil terpaksa saya titipkan di salah satu toko dekat sana. Tadi pagi pukul 04.30 WITA saya kembali mencoba ke SPBU Gerana, tetapi tetap tidak dapat karena pasokan minyak kosong,” ujar Della saat ditemui Kamis (15/10).

Situasi tersebut membuat Della memanfaatkan sepeda sebagai sarana transportasi untuk menjangkau tempat kerja. Baginya, sepeda bukan sekadar pilihan darurat, melainkan cara agar tetap produktif ketika kendaraan bermotor tidak bisa digunakan akibat keterbatasan BBM.

Baca juga:  Toko Cakra Ludes Terbakar, Pemilik Masih Shock

Ia tetap harus menjalankan tugas mengagendakan kegiatan pimpinan di lingkungan Pemkab Badung. Karena itu, Della memilih mengayuh sepeda daripada membiarkan kendala transportasi menghambat pekerjaannya.

“Karena saya ada tugas untuk mengagendakan agenda pimpinan, jadi saya harus tetap kerja ke Puspem Badung meskipun harus menempuh jarak 1,5 jam mengayuh sepeda ini. Saya antusias sekali karena semangat kerja saya,” katanya.

Pemanfaatan sepeda dalam situasi ini menunjukkan bahwa kendaraan tanpa bahan bakar dapat menjadi alternatif mobilitas ketika pasokan BBM terbatas. Selain membantu seseorang tetap mencapai tujuan, bersepeda juga menjadi pilihan transportasi yang tidak bergantung pada bensin.

Baca juga:  Poliklinik Polres Badung Raih Predikat Paripurna

Della berharap pengalamannya dapat memotivasi rekan-rekan kerja, terutama pegawai yang lebih muda, agar tidak mudah menyerah saat menghadapi kendala. Ia membuktikan bahwa usia 47 tahun bukan penghalang untuk menempuh perjalanan panjang dengan sepeda demi menjalankan tanggung jawab.

“Semangat yang bujang-bujang, yang rumahnya dekat! Semangat ya, jangan mau kalah sama saya yang sudah berumur 47 tahun ini, tetap semangat,” katanya.(Parwata/balipost)

 

BAGIKAN