Petugas kepolisian melakukan evakuasi terkait penemuan mayat mengambang di mengambang di Dam Nyitdah, Tabanan, Kamis (15/10). (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Warga Banjar Sema, Desa Kediri, Tabanan digegerkan penemuan jasad seorang pria yang mengambang di Dam Nyitdah, Kamis (15/10). Dari hasil pemeriksaan, jasad tersebut adalah I Made Sugiarta (41), yang selanjutnya oleh pihak kepolisian dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan luar.

Kapolsek Kediri, Kompol Putu Budiawan, mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 08.15 Wita oleh seorang warga yang sedang melaksanakan upacara mecolongan anaknya di sekitar dam tersebut.

Baca juga:  Jasad Pria di Tukad Rangda Gegerkan Warga Suwung

Setelah melihat jasad mengambang, saksi melaporkan temuan itu kepada kepala wilayah Banjar Sema. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke Polsek Kediri untuk penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan pemeriksaan dokter, kondisi jenazah telah mengalami pembusukan. Korban diperkirakan meninggal lebih dari 24 jam sebelum ditemukan. Namun, penyebab kematiannya belum dapat dipastikan. “Dari pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Penyebab pasti kematian belum bisa diidentifikasi,” ucapnya.

Baca juga:  Penampahan Galungan, Umat Hindu Lestarikan Tradisi "Mepatung"

Korban diketahui merupakan warga Banjar Pande, Desa Kediri, Kecamatan Kediri. Di sekitar lokasi, petugas juga menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, yakni baju hitam lengan pendek bertuliskan BAREKSA, celana pendek hitam, serta uang tunai Rp224.000 yang tersimpan di saku celana. Selain itu, ditemukan kamen bermotif batik.

Usai menerima laporan, personel Polsek Kediri mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, dan mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Singasana Nyitdah untuk pemeriksaan luar.

Baca juga:  Mayat Orok Ditemukan di Pantai Padanggalak

Pihak keluarga menyatakan menganggap peristiwa tersebut sebagai musibah. Keluarga juga menolak menempuh jalur hukum dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Hingga saat ini, penyebab kematian korban belum diketahui secara pasti. (Dewi Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN