
SINGARAJA, BALIPOST.com – Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Singaraja, Kabupaten Buleleng, masih terjadi hingga Rabu (14/10). Di tengah kondisi tersebut, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) masih mencukupi untuk beberapa hari ke depan.
Sutjidra mengatakan, kepastian itu diperoleh setelah dirinya memantau kondisi sejumlah SPBU di Buleleng. Meski antrean kendaraan masih terlihat, pasokan BBM dipastikan tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ia menyebutkan, pasokan BBM untuk wilayah Bali telah dipastikan mencukupi hingga 15 Oktober. Selanjutnya, pasokan tambahan dari Pertamina dijadwalkan kembali masuk untuk menjaga ketersediaan BBM.
“Pasokan BBM di seluruh Bali sudah dipastikan mencukupi sampai tanggal 15. Setelah tanggal 15, ada lagi kiriman pasokan dari Pertamina. Sehingga ke depan pasokan BBM untuk Bali tetap terjaga,” ujarnya, Rabu (14/10).
Menyikapi antrean yang masih berlangsung, Sutjidra mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau membeli BBM secara berlebihan. Ia meminta masyarakat tetap tenang dan membeli bahan bakar sesuai kebutuhan. Langkah ini dinilai penting agar distribusi BBM tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Selain itu, masyarakat diimbau tidak membawa jeriken maupun botol untuk membeli dan menampung BBM. Pengisian menggunakan wadah tersebut hanya dapat dimaklumi dalam kondisi tertentu, seperti ketika kendaraan mogok dan membutuhkan bahan bakar untuk melanjutkan perjalanan. “Jangan sampai nanti membawa jeriken atau botol-botol, kecuali kalau kendaraannya mogok,” tegasnya.
Di sisi lain, Sutjidra memastikan antrean BBM belum berdampak terhadap pelayanan publik yang bersifat darurat. Pelayanan ambulans dan pengangkutan sampah, misalnya, masih berjalan normal.
Menurutnya, kendaraan operasional untuk pelayanan publik telah memiliki jadwal pengisian BBM. Dengan pengaturan tersebut, kebutuhan bahan bakar kendaraan pelayanan tetap dapat dipenuhi meskipun antrean terjadi di sejumlah SPBU.
Sutjidra pun mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing situasi antrean dan tetap membeli BBM secara wajar sembari menunggu distribusi pasokan berikutnya. “Pemerintah Provinsi Bali juga terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk menangani antrean BBM. Koordinasi tersebut diharapkan mampu menjaga kelancaran pasokan sekaligus memastikan kebutuhan bahan bakar masyarakat tetap terpenuhi,” jelasnya. (Yudha/balipost)










