Suasana di Desa Wisata Penglipuran saat hari raya Galungan beberapa waktu lalu. (BP/istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali, selama ini telah mengantongi berbagai penghargaan dan pengakuan, baik di tingkat nasional maupun internasional, atas keaslian desa dan kelestarian lingkungannya. Terbaru, Penglipuran kembali mendapat pengakuan internasional sebagai salah satu desa terindah di dunia versi majalah pariwisata ternama, Condé Nast Traveller.

Menanggapi capaian tersebut, Ketua BUPDA Penglipuran I Wayan Sumiarsa mengaku bangga sekaligus menyadari adanya tantangan besar di balik predikat tersebut.

Baca juga:  Jelang Galungan, Pemotongan Babi di RPH Mulai Meningkat

Sumiarsa menyampaikan bahwa pengakuan ini merupakan bentuk apresiasi atas konsistensi masyarakat dalam menjaga budaya, tata ruang, dan lingkungan desa.

“Tentu kami merasa bangga dan bersyukur atas pengakuan ini. Bagi kami, ini merupakan apresiasi terhadap apa yang selama ini dijaga oleh masyarakat Penglipuran,” ujar Sumiarsa, Selasa (13/10).

Namun, di balik rasa bangga tersebut, dia mengungkapkan bahwa pengakuan ini membawa tanggung jawab yang lebih besar bagi Penglipuran. Tantangan terbesar Penglipuran ke depan adalah memastikan pariwisata terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat, tanpa menghilangkan nilai-nilai adat dan keaslian desa.

Baca juga:  5 Berita Terpopuler: Dari Ketimpangan Upah Minimum Bali hingga Jemput Bola Genjot IKD

“Kami tidak ingin Penglipuran hanya dikenal karena keindahannya, tetapi juga karena kesungguhan masyarakatnya dalam menjaga warisan leluhur,” ujarnya.

Bagi Sumiarsa, mempertahankan apa yang sudah baik sekaligus terus memperbaiki kekurangan adalah hal yang paling penting demi menjaga keberlanjutan Desa Penglipuran ke depan. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN