Pembukaan Kejuaraan Nasional Antar Kabupaten/Kota Shorinji Kempo Piala Bupati Badung 2026, berlangsung di GOR Purna Krida Kerobokan, 9-11 Oktober 2026. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Ambisi mempertahankan supremasi di arena olahraga Bali mulai dipanaskan. Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kabupaten Badung menggelar Kejuaraan Nasional Shorinji Kempo Piala Bupati Badung 2026 sebagai ajang evaluasi sekaligus mematangkan kekuatan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027 di Kabupaten Buleleng.

Kejuaraan yang berlangsung di GOR Purna Krida, Kerobokan, ini diikuti sekitar 400 atlet dari 26 kabupaten/kota yang mewakili 11 provinsi di Indonesia. Persaingan tersebut menjadi kesempatan bagi Badung untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus memetakan kekuatan calon lawan menjelang agenda olahraga yang lebih besar.

Ketua Umum KONI Badung, I Made Sutama, mengatakan Piala Bupati Badung bukan sekadar ajang perebutan gelar, melainkan bagian dari strategi pembinaan untuk menjaring atlet muda berbakat dan mengevaluasi hasil latihan.

Baca juga:  Cegah Balapan Liar, Ini Dilakukan Polsek Mengwi

“Bupati Badung Cup yang diinisiasi KONI Badung sebagai ajang uji coba dan evaluasi performa atlet untuk mengukur hasil pembinaan sebelum berlaga di arena Porprov Bali 2027 di Kabupaten Buleleng,” ujarnya.

Badung memiliki target besar pada Porprov mendatang, yakni mempertahankan gelar juara umum untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut. Karena itu, setiap kejuaraan menjadi momentum penting untuk mengukur kesiapan atlet sekaligus memperbaiki kekurangan sebelum memasuki persaingan sesungguhnya.

Sutama juga menegaskan, Piala Bupati Badung memiliki nilai lebih dari sisi pengembangan olahraga dan pariwisata. “Kejuaraan ini sengaja kami rancang sebagai wadah pembibitan atlet potensial sejak usia dini sekaligus mendorong Kabupaten Badung sebagai pusat sport tourism,” katanya.

Baca juga:  Pelaku Curanmor Belasan TKP Diringkus

KONI Badung pun berencana memasukkan Piala Bupati Badung sebagai bagian dari kalender kegiatan olahraga. Sutama berharap penyelenggaraan kejuaraan ini dapat menjadi contoh bagi pengurus cabang olahraga lainnya, terutama dalam mengemas pembukaan pertandingan secara profesional dan menarik.

Sementara itu, Ketua Umum Pengkab Perkemi Badung, Cuk Taruna Hendrajaya, menyebut ada dua sasaran utama yang ingin dicapai melalui kejuaraan ini. Pertama, mematangkan tim bayangan kempo Badung untuk Porprov Bali 2027. Kedua, mengukur kekuatan atlet sebagai persiapan menghadapi babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON).

Untuk target prestasi di Piala Bupati Badung 2026, Taruna berharap kontingennya mampu merebut gelar juara umum. Namun, ia tetap memasang target realistis dengan menempatkan posisi runner-up sebagai batas minimal pencapaian.

Baca juga:  Diduga Akibat Diare, Satu WN China Meninggal dan Enam WNA Dirawat

NTT menjadi salah satu pesaing yang patut diwaspadai. Daerah tersebut pernah merebut gelar juara umum pada penyelenggaraan Piala Bupati Badung sebelumnya pada 2018.

Kejuaraan ini mempertandingkan 42 nomor, meliputi 14 nomor randori atau pertarungan bebas serta nomor embu atau seni, untuk kategori remaja dan dewasa. Peserta berasal dari berbagai daerah, antara lain DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, NTB, NTT, Papua Barat Daya, dan Bali.

Dengan persaingan antardaerah yang ketat, Piala Bupati Badung 2026 menjadi ujian penting bagi atlet kempo Badung. Hasil kejuaraan ini diharapkan memberi gambaran nyata mengenai kekuatan tim sekaligus menjadi bekal untuk menjaga tradisi juara pada Porprov Bali 2027. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN