
DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah telah menyalurkan anggaran makan bergizi gratis (MBG) sebesar Rp1,3 triliun di Bali per Oktober 2026 untuk mendukung salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Realisasi anggaran itu disalurkan kepada 277 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG),” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Bali Supendi, Senin (12/10) dikutip dari Kantor Berita Antara.
Dia menjelaskan jumlah penyaluran itu meningkat signifikan dibandingkan realisasi pada 2025 sebesar Rp517,8 miliar kepada 175 SPPG.
Adapun anggaran itu untuk membiayai operasional salah satunya dapur MBG dalam mengolah bahan-bahan makanan menjadi makanan siap santap, petugas MBG hingga pendistribusian kepada sejumlah target sasaran.
Sebagian besar MBG menggunakan bahan baku yang diproduksi di Bali, sehingga program tersebut juga membuka peluang kepada petani dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Sedangkan, bahan pangan lainnya, sebagian lainnya masih ada yang dipasok dari luar Bali di antaranya daging ayam dan telur ayam ras.
Berdasarkan data Kantor Wilayah DJPb Bali hingga 15 September 2026, MBG di Bali telah diterima oleh 618.390 penerima manfaat.
Realisasi paling banyak dari sisi penerima adalah pelajar sekolah dasar (SD) sebanyak 40,14 persen, kemudian SMP sebesar 22,16 persen, SMA (17 persen), TK (6,24 persen), balita non pendidikan anak usia dini (PAUD) (5,75 persen), serta sisanya ibu hamil, ibu menyusui, PAUD, guru dan tenaga pendidik.
Dua realisasi penerima manfaat paling besar ada di Kabupaten Buleleng mencapai 107.673 orang dan Kota Denpasar sebanyak 106.223 orang.
Program MBG adalah salah satu prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran yang pada 20 Oktober 2026 memasuki usia dua tahun.
Agenda prioritas MBG di Bali perdana dimulai sejak 6 Januari 2025 di Kabupaten Jembrana. (kmb/balipost)










