Upacara Dewa Yadnya di Jembrana beberapa waktu lalu. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam tradisi Bali, ala ayuning dewasa adalah penentuan hari yang dilihat cocok (ayu) atau kurang cocok (ala) untuk melakukan aktivitas tertentu. Perhitungannya menggunakan kombinasi sistem penanggalan tradisional seperti wuku, sasih, panglong, dan alahing dewasa (prioritas hari). Semakin rendah nilai alahing dewasa, semakin kuat atau lebih utama hari tersebut dipandang.

Berikut ala ayuning dewasa hari ini, 12 Oktober 2026, dikutip dari kalenderbali.org. Sebagai catatan, meski kalender memberikan panduan ini, untuk keperluan ritual adat atau keputusan penting seperti pernikahan, umumnya masih disarankan untuk berkonsultasi dengan pemangku adat setempat agar sesuai konteks spiritual dan lokal.

Baca juga:  Triwulan I 2026, Realisasi PWA Alami Kenaikan Signifikan Capai Rp71,4 Miliar

Amerta Dadi
Baik untuk upacara Dewa Yadnya dan pemujaan terhadap leluhur.

Carik Walangati
Tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben, dan membangun rumah.

Dadig Krana
Baik untuk menanam tebu, mentimun. Tidak baik untuk upacara atau yadnya, mengadakan pertemuan (rapat), bersenggama.

Geheng Manyinget
Tidak baik untuk segala pekerjaan yang penting-penting termasuk melakukan yadnya karena banyak gangguan.

Kala Bangkung, Kala Nanggung
Tidak baik untuk mulai memelihara ternak.

Baca juga:  Tidak Baik untuk Membangun Rumah, Berikut Ala Ayuning Dewasa 21 Oktober 2025

Kala Ngadeg
Baik untuk membuat pintu gerbang, tembok pekarangan, pagar, sangkar ayam (guwungan), kisa pengaduan, mulai memelihara ayam kurungan, membuat empangan/bendungan.

Kaleburau
Tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. Tidak baik melaksanakan atiwa-tiwa/ngaben.

Macekan Lanang
Baik untuk membuat taji, tombak, keris, alat penangkap ikan. Tidak baik untuk upacara yadnya.

Sri Murti
Baik untuk mempersembahkan yadnya kepada Dewi Sri di lumbung. (Sumarthana/balipost)

Baca juga:  Tidak Baik untuk Melaspas, Berikut Ala Ayuning Dewasa 27 Mei 2026
BAGIKAN