Rangkaian prosesi melaspas tetaring/tetangunan di salah satu pura di Nusa Penida. (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dewasa ayu atau ala ayuning dewasa memiliki peran penting sebagai pedoman dalam menentukan waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan dalam tradisi masyarakat Bali. Secara etimologis, ala berarti buruk atau kurang baik, sedangkan ayu berarti indah, baik, atau utama.

Dewasa bermakna hari, waktu, atau momentum. Maka ala ayuning dewasa dapat dipahami sebagai perhitungan waktu yang mempertimbangkan sisi baik (ayu) dan kurang baik (ala), sehingga dapat dipilih saat yang paling harmonis untuk suatu kegiatan.

Baca juga:  Raih Juara Pertama di Amazing Dance Indonesia 2024, Yuk Cari Tahu Siapa Naluri Manca

Memilih waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan ataupun upacara sama halnya dengan menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala. Berikut ala ayuning dewasa hari ini, 27 Mei 2026 dikutip dari kalenderbali.org.

Geni Rawana
Baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, bercocok tanam.

Kala Sor
Tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, membuat terowongan.

Baca juga:  Kasus Demam Berdarah Meningkat, Sejumlah WNA Dirawat di RS Ngoerah

Kala Tumpar
Tidak baik untuk dewasa ayu karena mengandung unsur kecewa.

Pepedan
Baik untuk membuka lahan pertanian baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.

Rangda Tiga
Tidak baik melakukan upacara pawiwahan.

Sri Murti
Baik untuk mempersembahkan yadnya kepada Dewi Sri di lumbung. (Sumarthana/balipost)

BAGIKAN