Ribuan krama Desa Asat Songan, Kintamani, Bangli, ikut mengiringi Ida Sesuhunan dalam karya Nyegara Gunung ke Pura Segara Watuklotok dan Pura Agung Besakih, Kamis (8/10). (BP/jay)

BANGLI, BALIPOST.com – Rangkaian Karya Tawur Agung Manca Wali Krama di Tri Kahyangan Jagat Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan, Kintamani, Bangli, memasuki tahapan akhir. Pada Rabu (7/10), Ida Sesuhunan Ratu Sakti Hulundanu Batur bersama Ida Sesuhunan ring jagat Desa Adat Songan melaksanakan prosesi nyegara gunung ke Pura Segara Watuklotok, Klungkung, dan Pura Agung Besakih, Karangasem.

Prosesi tersebut diikuti ribuan krama Desa Adat Songan yang turut mengiringi perjalanan Ida Sesuhunan sebagai bagian dari rangkaian upacara yang telah berlangsung selama hampir dua bulan. Usai melaksanakan rangkaian upacara di Pura Segara Watuklotok, seluruh Ida Sesuhunan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pura Agung Besakih. Di pura terbesar di Bali tersebut, Ida Sesuhunan marerepan selama satu malam.

Baca juga:  Dianiaya, Remaja Perempuan Lapor Polisi

Selain melaksanakan persembahyangan di Pura Agung Besakih, rangkaian nyegara gunung juga dilanjutkan dengan pelaksanaan upacara pakelam di puncak Gunung Agung. Prosesi ini menjadi salah satu tahapan penting sebelum Ida Sesuhunan kembali ke Desa Adat Songan.

Selanjutnya, pada Kamis (8/10), Ida Sesuhunan matulak wali menuju Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan. Kedatangan kembali Ida Sesuhunan disambut dengan rangkaian upacara sebagai bagian dari penuntasan Karya Manca Wali Krama.

Baca juga:  Zona Awas, MO Besakih Dibekukan Sementara 

Sehari setelahnya, dilaksanakan bakti penyineban. Setelah seluruh rangkaian upacara selesai, Ida Sesuhunan dari masing-masing dadia di Desa Adat Songan selanjutnya kembali ke tempat stana masing-masing.

“Astungkara, seluruh rangkaian Karya Tawur Agung Manca Wali Krama di Tri Kahyangan Jagat Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan, berjalan lancar. Prosesi nyegara gunung yang diikuti ribuan krama tersebut sekaligus menjadi momentum kebersamaan dan ungkapan bakti masyarakat Desa Adat Songan dalam menuntaskan karya yang digelar setiap sepuluh tahun sekali,” kata Ketua Pelaksana Karya, Jro Saba didampingi Paduluan Desa Adat Songan, Kamis (8/10).

Baca juga:  Karya Aci Purnama Kasa, Jalur Pendakian lewat Pura Pengubengan Ditutup

Ia menjelaskan rangkaian panjang yadnya ini diharapkan menjadi momentum untuk menjaga keharmonisan bhuwana agung dan bhuwana alit, sekaligus memohon kerahayuan, keselamatan, serta keseimbangan bagi krama Desa Adat Songan dan jagat Bali. (Pramana Wijaya/balipost)

BAGIKAN