Tukang ojek saat hendak mencari penumpang serangkaian upacara Usaba Pitra di Pura Dalem Puri Besakih. (BP/istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Pelaksanaan upacara Usaba Pitra di Pura Dalem Puri Besakih, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem yang dimulai 18-26 Januari 2026, tak hanya dimanfaatkan pedangan musiman untuk mengais rezeki, namun tukang ojek juga memaksimalkan momen tersebut. Mereka menawarkan jasa ojek kepada pamedek yang tangkil di pura tersebut.

Salah seorang tukang ojek, I Komang Deni, pada Kamis (22/1) mengungkapkan, dia menawarkan diri sebagai tukang ojek sejak dimulainya upacara pada 18 Januari. Kata dia, selain dirinya, cukup banyak juga warga Besakih yang menjadi tukang ojek. “Jumlahnya (tukang ojek) mencapai ratusan orang. Tarif sekali angkut sebesar Rp10 ribu,” tuturnya.

Baca juga:  2021 Dianggap Masa Transisi, Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Bali Harus Realistis

Deni menjelaskan untuk pendapatan saat ngojek tidak menentu, tergantung banyaknya pemedek yang mau menggunakan jasa ojek. Dia mulai mengojek dari pagi hingga sore. “Pendapatan mengojek Rp100-150 ribu. Tapi, kalau hujan bisa lebih sedikit karena banyak pamedek yang tidak mau naik ojek,” katanya.

Sementara jasa ojek lain, I Nyoman Sudana mengatakan dia setiap hari ngojek sejak dimulainya Usaba Pitra di Pura Dalem Puri. Dia mangkalnya pindah-pindah tempat untuk mencari penumpang, mulai dari pos polisi Besakih, parkir Kedungdung, dan di parkir bertingkat Manik Mas. “Tergantung situasi pamedek,” katanya.

Baca juga:  Karier 2019, Ini Kata Zodiakmu

Sudana mengatakan, untuk pendapatan sekali turun ngojek juga tidak menentu, semuanya tergantung pamedek yang tangkil melakukan persembahyangan. “Kalau pamedek tak ramai kadang bisa dapat Rp200 ribu, kalau ramai bisa lebih hingga dapat Rp300 ribu,” katanya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN