Penyaluran makan bergizi pada siswa. Sejak dua hari belakangan layanan makan bergizi ini sempat terhenti. (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kabupaten Jembrana tersendat sejak dua hari terakhir. Dari total ratusan sekolah yang telah tersalur makan bergizi, ada sekitar 49 sekolah dari tingkat TK sampai SMA belum bisa dilayani yang sebelumnya dilayani tersebar di 12 dapur atau SPPG.

Kondisi tersebut dipicu karena pemutakhiran data penerima manfaat (PM) yang tengah dilakukan pemerintah pusat, sehingga beberapa sekolah belum terdaftar dalam skema penerima. Padahal sebelumnya sekolah ini sudah tersalurkan makan bergizi.

Baca juga:  Peternakan Sapi Perah Cuan Besar Berkat Program MBG

Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Kabupaten Jembrana, Angelina Christine, kepada wartawan, Kamis (8/10), mengatakan bahwa hambatan distribusi tersebut terjadi karena adanya penyesuaian ulang data dari tingkat pusat.

“Memang benar, ada beberapa kendala yang kami alami saat ini dikarenakan perbaikan yang terus kami lakukan di pusat, salah satunya penetapan penerima manfaat (PM) yang sedang diatur kembali. Sehingga ada beberapa sekolah masih terkendala tidak masuk dalam daftar,” ujar Angelina.

Untuk mengatasi persoalan ini, Angelina mengatakan telah mengirimkan laporan ke pemerintah pusat agar penyesuaian data dapat segera dituntaskan. Langkah taktis di tingkat daerah juga telah dijalankan untuk menjaga komunikasi dengan penerima manfaat maupun SPPG.

Baca juga:  Makna Kompetisi bagi Sekolah

Selaku Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Angelina telah mendatangi sekolah-sekolah sejak Selasa (6/10), untuk memberikan pemberitahuan awal. Pihaknya juga sudah menemui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jembrana guna menyampaikan kendala teknis tersebut secara langsung.

Terkait pelaksanaan kebijakan, keputusan penyesuaian PM sebenarnya sudah terbit sejak Senin (5/10). Namun, penyesuaian di tingkat lapangan baru diterapkan pada Rabu karena memerlukan proses koordinasi terlebih dahulu dengan pihak sekolah. “Penetapan ini sudah dari Senin, tetapi kami menyesuaikan di bawah jadi mulai Rabu, karena kami perlu koordinasi juga ke sekolah,” katanya.

Baca juga:  Tragis, Pemotor Tewas Tertabrak Truk

Data saat ini ada sekitar 49 sekolah yang belum terdaftar dan sedang dilakukan penyesuaian, dan menurutnya dilayani tersebar di 12 SPPG dari total 29 SPPG. Sehingga sementara penerima manfaat di sekolah tidak mendapatkan makan bergizi. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN