Pengoperasian layanan transportasi umum Trans Metro Dewata (TMD) di Kabupaten Badung. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Rencana pengoperasian bus listrik Trans Sarbagita di Bali memasuki tahap akhir persiapan. Setelah sebelumnya ditargetkan mulai diuji coba pada Oktober 2026, operasional armada ramah lingkungan tersebut kini direncanakan dimulai pada awal November mendatang.

Sebanyak 11 unit bus listrik telah tiba di Bali dan disiapkan untuk melayani tahap awal operasional. Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali menyebut seluruh armada tersebut kini tinggal menunggu pengoperasian.

Kepala Dishub Provinsi Bali, I Kadek Mudarta mengatakan seremoni pengoperasian bus listrik dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober 2026. Namun, untuk operasional layanan kepada masyarakat, pihaknya menargetkan dimulai pada 1 November 2026.

“Jadi seremoninya tanggal 22 (Oktober 2026,red). Untuk operasinya kemungkinan biar bulat mungkin di awal bulan depan, di awal November,” kata Mudarta saat dikonfirmasi, Rabu (7/10).

Menurutnya, 11 bus listrik tersebut merupakan armada yang disiapkan untuk tahap awal. Bus menggunakan karoseri produksi Laksana, Semarang, dengan sasis Hyundai dari Korea Selatan. Pengadaan bus listrik ini merupakan bagian dari proyek Bali E-Mobility yang mendapatkan dukungan pendanaan dari pemerintah Korea melalui kerja sama dengan Global Green Growth Institute (GGGI).

Baca juga:  Gubernur Koster Setujui Ranperda Penggabungan OPD

Mudarta menegaskan pengoperasian bus listrik tidak berhenti setelah masa uji coba satu bulan. Setelah mulai berjalan, layanan tersebut akan dilanjutkan sebagai bagian dari operasional transportasi publik.

Dengan demikian, tahap awal ini sekaligus menjadi proses bagi pemerintah untuk melihat kesiapan armada, pola pelayanan, kebutuhan operasional, serta respons masyarakat terhadap penggunaan kendaraan listrik untuk transportasi umum.

Kendati demikian, Dishub Bali belum menetapkan tarif yang akan diberlakukan saat layanan mulai berjalan. Termasuk apakah penumpang akan memperoleh layanan gratis atau dikenakan tarif tertentu, masih dalam pembahasan. “Nanti kita cek skemanya,” ujar Mudarta.

Dari sisi jumlah penumpang, Dishub Bali juga tidak menetapkan target khusus untuk bus listrik. Jumlah penumpang akan mengikuti pola dan sasaran layanan transportasi publik Sarbagita dan Trans Metro.

Baca juga:  Sudah Sempat Didorong ke Tengah Laut, Kawanan Paus Terdampar Lagi di Pantai Padanggalak

Kesiapan infrastruktur pendukung menjadi salah satu bagian yang dipastikan sebelum armada dioperasikan. Fasilitas pengisian daya atau charging station telah disiapkan di lingkungan Dishub Bali dan kawasan GOR Ngurah Rai.

“Sudah, sudah (kesiapan charging station,red). Tinggal dioperasikan saja,” kata Mudarta.

Dari sisi energi, penggunaan bus listrik dinilai memiliki potensi efisiensi dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak. Namun, Dishub Bali belum memiliki angka pasti mengenai perbandingan keseluruhan biaya operasional dan perawatan karena penggunaan armada listrik ini masih merupakan hal baru.

Sementara untuk biaya servis dan pemeliharaan, Dishub Bali masih belum dapat memberikan perhitungan. Menurut Mudarta, data tersebut baru dapat diperoleh setelah armada mulai digunakan dan pola perawatannya diketahui.

Baca juga:  Puluhan Masyarakat Ber-KTP Luar Bali "Gerudug" KPU Bali

“Nah, kita belum punya angkanya jadi belum bisa ini (perhitungkan biaya servis dan pemeliharaan,red), belum bisa info dari sekarang kan ini hal baru buat kita juga,” katanya.

Pada tahap awal, 11 bus listrik tersebut akan ditempatkan untuk melayani koridor Sarbagita dari kawasan GOR Ngurah Rai menuju Universitas Udayana hingga kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK).

Pengoperasian koridor tersebut sekaligus menjadi tahap pembelajaran bagi Dishub Bali untuk mengevaluasi kebutuhan armada, pola perjalanan, pengisian daya, biaya operasional, hingga tingkat pemanfaatan layanan oleh masyarakat.

Dishub Bali belum memastikan apakah jumlah armada akan ditambah setelah tahap awal. Keputusan tersebut akan bergantung pada hasil evaluasi setelah bus listrik mulai beroperasi.

“Nanti kita lihat ya setelah ini, ini hal baru. Kita juga masih ada proses belajar, nanti setelah jalan tentu akan ada evaluasinya,” pungkas Mudarta. (Ketut Winata/balipost)

 

BAGIKAN