
DENPASAR, BALIPOST.com – Virus Influenza A telah terdeteksi di Bali. Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali mencatat sembilan orang dinyatakan positif terinfeksi Influenza A dari 113 sampel yang dikirim ke laboratorium rujukan nasional.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Bali, dr. I Gusti Ayu Raka Susanti, mengatakan pengiriman sampel tersebut merupakan bagian dari upaya kewaspadaan dini terhadap penyebaran influenza di Bali.
Menurutnya, sampel yang diperiksa merupakan kasus yang memenuhi kriteria influenza maupun kasus influenza berat. Dari pemeriksaan terhadap 113 sampel, ditemukan sembilan sampel dengan hasil positif Influenza A.
“Dari 113 sampel yang dikirim ke laboratorium rujukan nasional, terdapat sembilan hasil positif Influenza tipe A ini, dan pasiennya sudah sembuh,” ujar Raka Susanti, Senin (5/10).
Kendati Influenza A telah ditemukan, Raka Susanti mengatakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) secara umum masih menjadi salah satu kasus yang paling banyak ditemukan di fasilitas pelayanan kesehatan di Bali, khususnya puskesmas.
“Kalau dilihat data ISPA memang masih menjadi kasus terbanyak di faskes terutama di puskesmas,” jelasnya.
Terkait penanganan, Raka Susanti menjelaskan bahwa pasien Influenza A tidak selalu membutuhkan perawatan di rumah sakit. Penanganan disesuaikan dengan kondisi dan tingkat keparahan gejala yang dialami.
Untuk kasus dengan gejala ringan, pasien dapat menjalani rawat jalan dan beristirahat di rumah. Menurutnya, sebagian besar kasus Influenza A dapat sembuh dengan sendirinya seiring dengan membaiknya sistem kekebalan tubuh.
“Kalau ringan, tidak perlu dirawat, bisa rawat jalan, karena kebanyakan kasus Influenza tipe A bisa sembuh sendiri,” katanya.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta memperhatikan kondisi kesehatan, terutama apabila mengalami gejala flu yang berat atau tidak kunjung membaik. Pemeriksaan ke fasilitas kesehatan diperlukan untuk mendapatkan penanganan sesuai kondisi pasien.
Sebagai langkah pencegahan, Diskes Bali juga telah menyebarkan surat edaran terkait kewaspadaan terhadap influenza kepada pemerintah kabupaten/kota.
Edukasi dilakukan melalui promosi kesehatan (promkes) di tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga puskesmas. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai influenza sekaligus langkah-langkah pencegahan, termasuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat.
Raka Susanti mengatakan penggunaan masker juga dapat dilakukan, khususnya bila diperlukan. “Bila diperlukan tetap memakai masker,” imbaunya.
Influenza A merupakan kelompok virus influenza yang dapat menular melalui percikan pernapasan ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin. Karena itu, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kebugaran tubuh, serta memperhatikan etika batuk dan bersin menjadi bagian penting dalam mencegah penularan.
Masyarakat juga diimbau tidak panik, namun tetap waspada. Mereka yang mengalami gejala flu berat, terutama yang tidak kunjung membaik, diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. (Ketut Winata/balipost)










