Suasana audiensi Pemkab Buleleng dengan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Kamis (1/10). (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng kembali mengusulkan dukungan sarana transportasi dan keselamatan jalan kepada pemerintah pusat. Kali ini, sejumlah kebutuhan tersebut disampaikan kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub), mulai dari pemasangan pengaman jalan, tambahan lampu lalu lintas, hingga pengadaan bus sekolah.

Usulan itu disampaikan Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna saat melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Kamis (1/10). Pemkab Buleleng berharap kebutuhan yang diajukan dapat memperoleh dukungan dan direalisasikan secara bertahap sesuai alokasi pemerintah pusat.

Sutjidra mengatakan, salah satu kebutuhan yang mendapat respons positif dari Kemenhub adalah pengaman jalan atau guardrail. Sarana tersebut dinilai penting untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, khususnya pada sejumlah ruas yang memiliki kondisi geografis cukup ekstrem.

Baca juga:  Kodim Tabanan Beton Akses Jalan di Desa Sangketan

“Dari Kementerian Perhubungan mendapat respons positif. Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan bantuan,” ujar Sutjidra saat dihubungi, Minggu (4/10).

Menurut dia, kebutuhan pengaman jalan cukup mendesak di sejumlah titik rawan kecelakaan. Salah satu ruas yang menjadi perhatian adalah jalur dari kawasan Bedugul menuju Lovina dan Singaraja. Jalur tersebut memiliki sejumlah tanjakan, turunan, serta tikungan dengan kondisi medan yang cukup curam.

Sutjidra menyebut, Kemenhub telah memiliki pemetaan terhadap lokasi-lokasi yang membutuhkan fasilitas pengamanan. Dengan adanya bantuan tersebut, pemasangan guardrail di titik rawan diharapkan dapat dilakukan lebih optimal sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalkan.

Baca juga:  Areal Pura Beji Terkena Jalur Proyek, Lahan Shortcut Bertambah

Selain guardrail, Pemkab Buleleng juga mengusulkan penambahan lampu lalu lintas. Menurut Sutjidra, fasilitas tersebut masih diperlukan di sejumlah persimpangan, terutama pada lokasi yang mulai mengalami kepadatan kendaraan. “Lampu lalu lintas kita masih kurang sekali. Ada perempatan-perempatan yang mengalami kemacetan karena belum ada lampu lalu lintas,” katanya.

Kebutuhan lainnya yang turut diajukan adalah bus sekolah. Pemkab Buleleng melihat angkutan khusus pelajar dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan keamanan perjalanan siswa sekaligus mengurangi penggunaan sepeda motor oleh pelajar menuju sekolah.

Baca juga:  Miris! Tahun Depan Kabupaten Terkaya di Bali Tak Punya Anggaran Bus Sekolah Gratis

Keberadaan bus sekolah juga diharapkan memberikan dampak terhadap kepadatan lalu lintas. Dengan tersedianya angkutan khusus, pelajar tidak harus menggunakan kendaraan pribadi secara bersamaan pada jam berangkat dan pulang sekolah.

Buleleng sebelumnya telah menerima dua unit bus sekolah berukuran sedang dari pemerintah pusat pada 2017. Seiring kebutuhan transportasi pelajar yang terus berkembang, Pemkab Buleleng kini kembali mengajukan tambahan armada kepada Kemenhub. “Kita berharap usulan tersebut mendapat tindak lanjut sehingga sarana keselamatan jalan maupun transportasi pelajar di Buleleng dapat ditingkatkan,” imbuh Sutjidra. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN