Tangkapan layar video pria ditegur petugas karena menyalakan musik dengan suara keras di area Parkir Manik Mas, Pura Agung Besakih. (BP/istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Video seorang pria yang ditegur petugas karena menyalakan musik dengan suara keras di area Parkir Manik Mas, Pura Agung Besakih, ramai diperbincangkan di media sosial. Atas kondisi itu, Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Pura Agung Besakih melakukan klarifikasi melalui akun FB resminya. Pengelola menyatakan, oknum tersebut bukanlah pengunjung, melainkan warga lokal.

Dalam video yang beredar, tampak seorang pria terlibat dalam percakapan dengan petugas terkait larangan menyalakan musik di kawasan tersebut. Video tersebut diunggah dan dibagikan secara berantai di jagat maya. Bukannya mendapat simpati, video tersebut justru menuai cibiran netizen.

Banyak yang mengecam pembuat video mengingat tindakan larangan memutar musik di kawasan pura memang sudah semestinya dilarang. Banyak warganet yang berkomentar mendukung langkah petugas jaga yang melarang memutar musik di kawasan Pura Agung Besakih.

Baca juga:  Dari Kapolda Bali Dimutasi hingga Pelaku Tabrak Lari Ditangkap

Melalui media sosial, Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Pura Agung Besakih menegaskan bahwa pria yang terekam dalam video bukan pengunjung maupun wisatawan. “Perlu kami tegaskan bahwa pria dalam video tersebut bukan pengunjung maupun wisatawan, melainkan oknum warga lokal,” tulisnya, Rabu (30/9).

Dalam klarifikasi tersebut, pihak pengelola juga menjelaskan, teguran yang diberikan petugas bukan tanpa alasan. Petugas disebut menjalankan standar operasional prosedur (SOP) untuk menjaga ketenangan, ketertiban, serta kesucian kawasan suci Pura Agung Besakih. Pengelola juga menyebut pria tersebut telah diberikan pemahaman mengenai tata tertib yang berlaku di kawasan suci.

Baca juga:  Pascatewasnya Wisatawan Tiongkok, Toekad Rafting Masih Beroperasi

Saat dikonfirmasi, Kepala Badan Pengelola Kawasan Suci Pura Agung Besakih, I Gusti Lanang Muliarta belum memberikan jawaban, namun klarifikasi tersebut justru muncul di sosial media.

Sementara itu, Pangliman Desa Adat Besakih, I Gusti Bagus Karyawan menyayangkan kejadian tersebut. Dirinya juga beberapa kali mengingatkan orang yang menyalakan musik keras di kawasan Besakih.

“Saya pasti ingatkan. Jangan hidupkan musik keras-keras, mohon dikecilkan. Apalagi di jalan sambil berseliweran naik motor, membunyikan musik keras-keras dan teriak-teriak,” ungkapnya.

Menurut Karyawan, siapa pun yang beraktivitas di kawasan suci Besakih wajib menjaga kenyamanan, tanpa melihat latar belakang orang tersebut. “Saya selaku prajuru Desa Adat Besakih sangat menyayangkan sampai ada kejadian seperti itu. Kita tidak melihat siapa orangnya, dari mana, atau keluarga siapa. Kalau sudah mengganggu kenyamanan pengunjung, wajib ditindak,” ujarnya.

Baca juga:  Divonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Nyatakan Banding

Karyawan menegaskan, Besakih tidak hanya dikunjungi wisatawan, tetapi juga pamedek yang datang untuk melaksanakan persembahyangan. Karena itu, ketenangan dan kekhusyukan harus menjadi perhatian bersama.

“Besakih ini kawasan suci. Sebisa mungkin dan wajib hukumnya memberikan kenyamanan bagi semua pengunjung, terutama yang datang untuk melakukan persembahyangan. Wisatawan juga harus mendapatkan kenyamanan,” ujarnya. (Eka Parananda/balipost)

 

BAGIKAN