Jro Mangku Ridana. (BP/Istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Keluarga besar pemangku Pura Agung Besakih, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem kembali berduka. Hal itu menyusul berpulangnya salah satu pemangku Pura Penataran Agung, Jro Mangku Nyoman Ridana (52), pada Selasa (26/5).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Jro Mangku Nyoman Ridana meninggal, Selasa (26/5) sekitar pukul 19.00 WITA di RSU Klinik Bintang Klungkung. Sebelum berpulang, Jro Mangku yang berusia 50-an tahun ini pada paginya sempat mengikuti pesangkepan di Pasucian Pura Penataran Agung Besakih membahas terkait pembubaran panitia Karya IBTK.

Baca juga:  Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, Gubernur Koster Terbitkan SE Tatanan Baru Pamedek

Bahkan, jro mangku juga sempat bercanda sesama pemangku Pura Agung Besakih usai pesangkepan. Setelah pesangkepan, almarhum mengalami sakit asam lambung GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau asam lambung kronis sehingga saat itu tubuhnya langsung keluar keringat.

Almarhum sempat diajak mapijet di wilayah Nongan, dari tukang pijat menyarankan untuk dibawa ke RSU Klinik Bintang Klungkung. Tapi, takdir berkata lain, sempat mendapatkan perawatan dari tim medis, sekitar pukul 19.00 WITA, jro mangku dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga:  Atasi Banjir di Kusamba, Aliran Sungai Canigara Dikeruk

Pamucuk Pemangku Pura Agung Besakih, Jro Gede Anglurah Bendesa mengakui, beberapa jam sebelum dinyatakan meninggal dunia, Ridana memang sempat mengikuti pesangkepan di pasucian Pura Agung Besakih. Namun, malamnya dirinya menerima informasi kalau alm meninggal dunia. “Kami pemangku Pura Agung Besakih sangat kaget menerima kabar duka ini,” ujarnya.

Jro Gede Anglurah Bendesa mengatakan, kalau saat ini jenazah almarhy. sudah di rumah duka. “Rencananya almarhum akan diaben pada 8 Juni 2026 mendatang,” imbuh Jro Gde. (Eka Parananda/balipost)

Baca juga:  IBTK di Besakih, SGI Sekar dan Gita Laksmi "Ngayah" Tari dan Gong Sakral
BAGIKAN