
DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam tradisi Bali, ala ayuning dewasa adalah penentuan hari yang dilihat cocok (ayu) atau kurang cocok (ala) untuk melakukan aktivitas tertentu. Perhitungannya menggunakan kombinasi sistem penanggalan tradisional seperti wuku, sasih, panglong, dan alahing dewasa (prioritas hari). Semakin rendah nilai alahing dewasa, semakin kuat atau lebih utama hari tersebut dipandang.
Berikut ala ayuning dewasa hari ini, 25 September 2026, dikutip dari kalenderbali.org. Sebagai catatan, meski kalender memberikan panduan ini, untuk keperluan ritual adat atau keputusan penting seperti pernikahan, umumnya masih disarankan untuk berkonsultasi dengan pemangku adat setempat agar sesuai konteks spiritual dan lokal.
Carik Walangati
Tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah.
Dina Mandi
Baik untuk upacara penyucian diri, memberikan petuah-petuah, membuat jimat.
Geheng Manyinget
Tidak baik untuk segala pekerjaan yang penting-penting termasuk melakukan yadnya karena banyak gangguan.
Jiwa Menganti
Baik untuk bercocok tanam dan memulai suatu usaha.
Kajeng Kliwon Enyitan
Baik untuk memulai membuat sesikepan atau sesuatu yang berkekuatan gaib.
Kala Brahma
Mengandung arti kepanasan atau kesakitan.
Kala Dangastra
Baik untuk membangun tembok pekarangan, membuat alat-alat penangkap ikan. Tidak baik untuk memulai pekerjaan penting, tidak baik melakukan upacara (gawe ayu).
Kala Gotongan
Baik untuk memulai suatu usaha. Tidak baik untuk mengubur atau membakar mayat.
Kala Kutila Manik
Baik untuk membuat ranjau, pagar, rintangan, lubang penghalang maupun pemisah, alat perangkap, upacara Bhuta Yadnya.
Panca Prawani
Tidak baik dipakai dewasa ayu.
Pepedan
Baik untuk membuka lahan pertanian baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.
Purwani
Tidak baik dipakai dewasa.
Salah Wadi
Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut, dan lain-lain) serta Pitra Yadnya (penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan lain-lain).
Srigati Jenek
Baik untuk membibit/menanam padi, menyimpan padi di lumbung, serta pelaksanaan upacaranya. (Sumarthana/balipost)









