Ilustrasi obat batuk sirup. (BP/Ant)

DENPASAR, BALIPOST.com – Fenomena batuk dan pilek yang belakangan banyak dialami masyarakat Bali menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali. Kondisi cuaca yang panas, kemarau panjang dan lingkungan berdebu dinilai menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai masyarakat karena dapat memengaruhi kesehatan saluran pernapasan.

Berdasarkan data Dinkes Provinsi Bali, jumlah penemuan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 244.329 kasus. Data tersebut merupakan pembaruan per 10 September 2026 dan mencakup sembilan kabupaten/kota di Bali.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bali, dr. I Gusti Ayu Raka Susanti, M.Kes., mengatakan, kelompok usia dewasa masih menjadi kelompok dengan jumlah kasus ISPA paling banyak. “Yang lebih banyak masih usia dewasa dan produktif,” ujarnya, Kamis (24/9).

Baca juga:  Bantu Korban Gempa NTT, Bali Terjunkan Nakes dan Logistik

Berdasarkan rincian data, kasus pada kelompok dewasa mencapai 100.101 kasus atau sekitar 41 persen dari total penemuan ISPA. Selanjutnya, balita sebanyak 51.728 kasus, lansia 35.081 kasus, anak 30.610 kasus, dan remaja 26.809 kasus.

Dari sebaran wilayah, Kabupaten Badung mencatat jumlah kasus tertinggi dengan 57.667 kasus, kemudian Tabanan 47.513 kasus, Denpasar 42.204 kasus, Gianyar 23.141 kasus, Buleleng 22.192 kasus, Karangasem 19.105 kasus, Klungkung 16.373 kasus, Jembrana 14.016 kasus dan Bangli 2.118 kasus.

Baca juga:  Buleleng Tambah Kasus Positif COVID-19, Salah Satunya Sopir Truk Jawa - Bali

Terkait kondisi pelayanan kesehatan, Raka Susanti mengatakan situasi ISPA di fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk rumah sakit, sejauh ini belum menunjukkan kondisi yang membebani pelayanan.

Artinya, meskipun jumlah penemuan kasus ISPA secara kumulatif cukup besar, sebagian besar kondisi yang ditangani belum sampai membutuhkan perawatan di rumah sakit. Kondisi tersebut juga belum menimbulkan antrean pelayanan yang berarti.

“Untuk kondisi di RS tidak sampai memerlukan rawat inap dan tidak membuat antrean yang berarti,” ungkapnya.

Baca juga:  Waspada ISPA, Ini Saran Spesialis Paru

Raka Susanti mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi kemarau yang panjang dengan cuaca panas dan lingkungan yang cenderung berdebu.

Masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan masker apabila diperlukan, memperbanyak konsumsi buah dan sayur serta mencukupi waktu istirahat.

“Kalau mengalami ISPA berat seperti sesak dan demam tinggi agar segera ke fasilitas pelayanan kesehatan,” tegasnya. (Ketut Winata/balipost)

 

BAGIKAN