Latihan teknis dan sosialisasi pengelolaan material organik berbasis sistem Teba Modern digelar di Ruang Rapat Kantor Perbekel Keliki. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Keliki terus mendorong kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari tingkat rumah tangga. Latihan teknis dan sosialisasi pengelolaan material organik berbasis sistem Teba Modern digelar di Ruang Rapat Kantor Perbekel Keliki, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar.

Kegiatan hasil kerja sama Pemdes Keliki dengan Yayasan Bumi Sasmaya Ubud ini menyasar perwakilan penerima manfaat serta kader kebersihan lingkungan desa. Langkah ini diambil untuk meningkatkan keterampilan warga dalam mengolah material organik agar penanganan sampah selesai sejak dari sumbernya.

Baca juga:  Bakar Sampah, Gudang Rongsokan Terbakar

Perbekel Keliki, I Ketut Wita, S.Ag., Rabu (23/9) menyampaikan persoalan sampah memerlukan penanganan serius yang harus dimulai dari lingkungan keluarga. “Materi yang diberikan diharapkan memberi manfaat nyata dan meningkatkan pemahaman warga tentang pentingnya sistem Teba Modern. Kegiatan edukasi seperti ini perlu dilaksanakan secara rutin agar pengelolaan sampah mandiri bisa menjadi budaya,” ujar Ketut Wita.

Dalam sesi pemaparan, narasumber dari Yayasan Bumi Sasmaya Ubud, Ni Kadek Putri Adnyaningsih, memaparkan teknik, strategi, hingga simulasi pemecahan masalah yang berpotensi dihadapi warga saat menerapkan Teba Modern di pekarangan rumah.

Baca juga:  Jalan Perbatasan Bangli - Karangasem Amblas

Dukungan terhadap program lingkungan ini juga datang dari unsur kewilayahan. Babinsa Desa Keliki Koramil 1616-06/Tegallalang, Sertu Dewa Made Sudiarta bersama Bhabinkamtibmas bersama Kelihan Dinas se-Desa Keliki Manager Fasilitas serta Manager Komunitas TPS3R Keliki, dan tim Yayasan Bumi Sasmaya ikut mendampingi ikut mendampingi pelaksanaan program Teba Modern ini.

Melalui sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, pengelola TPS3R, yayasan, dan aparat kewilayahan, Pemdes Keliki optimistis dapat mewujudkan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan mandiri dalam pengelolaan sampah. (Wirnaya/balipost)

Baca juga:  Rumah Kos Longsor, Puluhan Penghuni Dievakuasi
BAGIKAN