Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Gus Par) saat memimpin Rakor Revitalisasi Sekolah di Aula MPP Karangasem, Kamis (10/9). (BP/Istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Karangasem berkomitmen dalam mempercepat pembenahan sarana dan prasara pendidikan. Untuk mewujudkan itu, ada sebanyak 94 sekolah jenjang PAUD, SD hingga SMP di seluruh Karangasem menjadi sasaran program revitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp32,45 miliar pada Tahun Anggaran 2026.

Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Gus Par) mengungkapkan, program tersebut diarahkan untuk memastikan anak-anak Karangasem mendapatkan ruang belajar yang tidak hanya nyaman, tetapi juga aman dan layak. Ia menjelaskan, hingga awal September 2026, proses penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) telah mencapai 49 sekolah atau 52,13 persen dari total sekolah yang masuk program revitalisasi.

Baca juga:  Terkait PKS Dengan TNI, Rektorat Udayana Dialog Terbuka Dengan BEM

“Revitalisasi sekolah tidak boleh dipandang sebatas proyek pembangunan fisik. Lebih dari itu, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan lingkungan belajar yang berkualitas sekaligus memberikan rasa aman bagi peserta didik. Ini bukan sekadar membangun fisik, tapi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bermutu bagi anak-anak kita. Setiap anak berhak belajar di ruang kelas yang aman dan layak,” tegas Gus Par saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Revitalisasi di Aula Mal Pelayanan Publik (MPP) Karangasem, Kamis (10/9).

Menurut Gur Par, pembangunan dan revitalisasi harus memperhatikan kualitas konstruksi serta aspek keselamatan. Bangunan sekolah didorong memiliki desain yang lebih baik, kokoh, estetik, sekaligus mampu menghadapi potensi bencana.

Baca juga:  Karya IBTK, Proyek Penataan Kawasan Besakih Dihentikan Sementara

“Program revitalisasi ini merupakan bentuk kolaborasi Pemerintah Kabupaten Karangasem dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI,” katanya.

Selain mengejar kualitas bangunan, kata Gus Par, Pemkab Karangasem juga memberikan perhatian serius terhadap aspek transparansi dan akuntabilitas anggaran. Pengelolaan program mendapat pendampingan dari Kejaksaan Negeri dan Polres Karangasem sebagai langkah pencegahan agar pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan dan terhindar dari penyimpangan.

“Kita ingin pembangunan ini benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak. Karena itu, kualitas harus dijaga, prosesnya harus transparan, dan anggarannya harus dipertanggungjawabkan. Jangan sampai niat baik untuk memperbaiki sekolah justru menimbulkan persoalan di kemudian hari,” imbuhnya.

Baca juga:  Ratusan Siswa Pengungsi Bersekolah di Buleleng, 11 Anak Ikuti PAUD

Lebih lanjut dikatakannya, Pemkab Karangasem memastikan percepatan revitalisasi terus dilakukan agar sekolah-sekolah yang telah masuk dalam program dapat segera memperoleh fasilitas belajar yang lebih representatif.
“Dengan anggaran puluhan miliar rupiah tersebut, kami berharap revitalisasi 94 sekolah menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menciptakan ruang belajar yang aman bagi generasi muda Karangasem,” harapnya. (Adv/balipost)

BAGIKAN