Audiensi pengurus Pengkab PBSI dengan Bupati Buleleng.(BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Kabupaten Buleleng dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bulutangkis Bali 2026. Ajang yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Bali itu akan berlangsung 8–11 Oktober 2026 di GOR Mekar, Kelurahan Seririt.

Persiapan sebagai tuan rumah pun terus dimatangkan. Hingga kini, kesiapan teknis penyelenggaraan disebut telah mencapai 90 persen. Sejumlah fasilitas yang menjadi persyaratan Pengprov PBSI Bali juga telah dipenuhi, termasuk pembenahan arena pertandingan dengan lima lapangan di GOR Mekar Seririt.

Baca juga:  Bali Siap Jadi Tuan Rumah Kejurnas Yongmoodo

Kepastian kesiapan tersebut disampaikan Ketua Umum Pengkab PBSI Buleleng Anak Agung Ketut Widia Putra saat melakukan audiensi bersama jajaran pengurus dan panitia pelaksana dengan Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra pada Rabu (9/9).

Menurut Widia Putra, seluruh persiapan terus dikebut agar pelaksanaan Kejurprov berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Seluruh Pengkab/Pengkot PBSI se-Bali juga diwajibkan mengirimkan atlet untuk ambil bagian dalam kejuaraan tersebut, mulai dari kelompok usia dini hingga taruna dan dewasa.

“Secara keseluruhan panitia telah menyiapkan segala sesuatunya. Persiapan sudah berjalan 90 persen,” ujarnya.

Baca juga:  Gunung Agung Siaga, Warga di KRB 3 Mulai Dievakuasi

Bagi Buleleng, kesempatan menjadi tuan rumah ini bukan datang secara tiba-tiba. Penunjukan tersebut merupakan hasil dari konsistensi PBSI Buleleng dalam mengawal organisasi dan mempersiapkan diri selama dua tahun terakhir.

Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra menyambut positif kepercayaan tersebut. Ia mengapresiasi kerja keras PBSI Buleleng sekaligus memastikan Pemkab Buleleng memberikan dukungan penuh agar Kejurprov Bulutangkis Bali 2026 dapat berlangsung sukses.

“Kita harus optimistis penyelenggaraan Kejurprov ini berjalan sukses,” tegas Sutjidra.

Baca juga:  Tiga Orang PDP COVID-19 Dinyatakan Sembuh

Menurutnya, Kejurprov tidak sekadar menjadi ajang perebutan prestasi. Lebih dari itu, kejuaraan tersebut menjadi ruang bagi atlet muda Bali untuk mengasah kemampuan sekaligus menyalurkan energi dan potensi mereka ke kegiatan yang positif dan produktif.

“Kehadiran ratusan atlet, ofisial, pelatih, dan pendamping dari berbagai daerah di Bali juga diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian Buleleng. Perputaran ekonomi diproyeksikan ikut terasa pada sektor UMKM, kuliner, transportasi hingga perhotelan,” kata Sutjidra. (Yuda/balipost)

 

BAGIKAN