Hanif Faisol Nurofiq. (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Saat berkunjung ke SDN 5 Pedungan, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan alasan penutupan sementara ribuan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pengawasan dan memastikan standar keamanan serta higiene dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi.

Hanif mengatakan, di bawah koordinasi Kepala Badan Gizi Negara (BGN) yang baru, Sudaryono, berbagai langkah memang terus dilakukan untuk membenahi pelaksanaan program tersebut. “Di bawah koordinasi Bapak Kepala BGN yang baru, Pak Sudaryono, langkah-langkah terus dilakukan, langkah-langkah tegas,” kata Hanif saat berkunjung ke SDN 5 Pedungan, Kamis (10/9).

Baca juga:  Enam Kandidat Lolos Seleksi Direksi Perumda MGS Badung

Menurut Hanif, penanganan terhadap ribuan SPPG tersebut dilakukan secara bertahap dan sistematis mengingat jumlahnya cukup besar. Ia mengatakan pemerintah mempertimbangkan berbagai aspek dalam melakukan penataan, namun ketegasan tetap harus menjadi bagian penting dari proses tersebut.

“Namun demikian karena memang volumenya cukup besar, perlakuan-perlakuannya dilakukan secara bertahap dan sistematis,” ujarnya.

Hanif menegaskan pemerintah tidak bisa mengabaikan persoalan tersebut karena standar keamanan dan kelayakan dalam penyediaan makanan harus dijaga. “Memang ketegasan harus diambil, tidak bisa tidak, karena kondisi seperti ini tidak boleh terulang di masyarakat,” tutup Hanif.

Baca juga:  Megawati Hadiri Penutupan Festival Tanah Lot

Sebelumnya BGN telah menutup sementara 1.999 dapur SPPG yang menyuplai makanan bergizi gratis (MBG). SPPG yang ditutup sementara tersebut belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN